Pemkab Luwu dan Unanda Kerja Sama Akademik dan Kelembagaan
Rabu, 04 Agustus 2021 - 11:39 WIB
loading...
Penandatanganan MoU oleh Bupati Luwu, Basmin Mattayang dengan Rektor Unanda, Marsus Suti di ruang kerja Bupati Luwu, Selasa (3/8) siang. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu dan Universitas Andi Djemma (Unanda) bersepakat untuk menjalin kerja sama secara akademik dan kelembagaan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kedua pihak yang dilakukan Bupati Luwu, Basmin Mattayang dengan Rektor Unanda, Marsus Suti di ruang kerja Bupati Luwu, Selasa (3/8) siang.
Baca juga: Inspektorat Luwu Ingatkan Soal Pungli di Tengah Pandemi Covid-19
Kerja sama ini bertujuan untuk pengembangan institusi dan peningkatan program kerja para pihak, yakni, peningkatan keuntungan akademik dan program pelatihan secara mutual.
Selain itu, bantuan timbal balik dalam hal kunjungan akademik, fakultas, staf dan mahasiswa, pertukaran dokumentasi dan bahan penelitian dalam bidang yang sama, dukungan dalam hal pengembangan dan pembinaan mahasiswa.
Marsus Suti, di hadapan Bupati Luwu, pada kesempatan ini juga menyinggung pemberian lahan oleh Pemkab Luwu kepada Unanda. "Terima kasih atas pemberian tanah 30 hektare yang sudah terbit sertifikatnya," ujarnya.
"Pemberian ini sangat bermanfaat, sekarang kami merintis jalan sepanjang 1,2 km dan bulan ini kami membangun rektorat dengan anggaran sebesar Rp5 miliar, bantuan dari Pemrov Sulsel di masa Nurdin Abdullah lalu ada dana Rp1 miliar untuk ruang kuliah, bantuan atau upaya dari anggota DPRD Provinsi, Irwan Hamid," lanjutnya.
Baca juga: Basmin Mattayang Dukung Kantor PUPR Luwu Jadi Role Model
Disampaikan Marsus Suti, bahwa Unanda saat ini telah memiliki 5.000 orang mahasiswa. Jumlah ini dipastikan akan bertambah lebih banyak jika Unanda tahun ini bisa berubah status jadi universitas negeri.
"Kita berharap Unanda bisa jadi negeri tahun ini. Sekarang kita menunggu kepres. Kami sangat berharap jika negeri yang paling utama adalah Kabupaten Luwu karena lokasi 30 hektare ini ada dari Luwu, yang tentu lokasinya di Luwu," ujarnya.
Dilaporkan Marsus Suti, jika tahun ini bisa berubah status jadi negeri, Unanda akan membuka fakultas kedokteran dan fakultas pertambangan.
"Alasannya, rencana Pemkab Luwu yang akan membangun rumah sakit tipe c di Walmas, alasan selanjutnya yakni melihat pertumbuhan perusahaan pertambangan di Sulawesi termasuk di Tana Luwu," ujarnya.
Civitas Unanda berharap, Pemkab Luwu terus membantu perkembangan Unanda, karena ke depan Unanda berencana akan membuka kampus di Belopa.
Baca juga: Putra Asal Luwu Berhasil Ikut Pendidikan di Akademi Militer
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Luwu, Basmin Mattayang berharap agar Unanda secepatnya jadi negeri. "Harapan kita bersama Unanda segera jadi negeri, saya juga sudah pernah menandatangai dukungan Imanda jadi negeri," lanjutnya.
Melalui kesempatan ini, kembali Bupati Luwu, menegaskan jika dirinya atas nama Bupati Luwu dan seluruh jajarannya siap memberikan dukungan moril, dan bantuan materil.
"30 hektare lahan sudah kami serahkan, ini bentuk keseriusan kami, keseriusan saya dalam mendukung dunia pendidikan khususnya di Tana Luwu dan Sulsel pada umumnya, kedepan tentu kita siap membantu selama itu memungkinkan," katanya.
Di hadapan Rektor Unanda dan rombongannya, Basmin Mattayang, menyampaikan Pemkab Luwu juga telah memberikan bantuan lahan seluas 10 hektare untuk IAIN Kota Palopo.
Baca juga: Jalan Poros Trans Sulawesi di Luwu Kembali Ambles
"IAIN juga kita berikan lahan 10 hektar, lokasinya di Bua dekat lokasi pembangunan Asrama Brimob. Pesan saya, kualiti kontrol, lakukan atau pengaawasan melekat terhadap mahasiswa jika kampus di Walmas sudah difungsikan apa lagi jika tinggal di asrama," ujarnya.
Bupati Luwu dua periode ini berharap, Unanda juga membangun kampus di Bua. "Saya senang jika berbicara pendidikan karena saya juga bagian dari dunia pendidikan dan di sini ada amal jariyah yang kita harapkan. Pemda Luwu siap berdiri di belakang Andi Djemma jika memang ada yang memungkinkan dan bisa kita bantu serta kerjasamakan," kuncinya.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kedua pihak yang dilakukan Bupati Luwu, Basmin Mattayang dengan Rektor Unanda, Marsus Suti di ruang kerja Bupati Luwu, Selasa (3/8) siang.
Baca juga: Inspektorat Luwu Ingatkan Soal Pungli di Tengah Pandemi Covid-19
Kerja sama ini bertujuan untuk pengembangan institusi dan peningkatan program kerja para pihak, yakni, peningkatan keuntungan akademik dan program pelatihan secara mutual.
Selain itu, bantuan timbal balik dalam hal kunjungan akademik, fakultas, staf dan mahasiswa, pertukaran dokumentasi dan bahan penelitian dalam bidang yang sama, dukungan dalam hal pengembangan dan pembinaan mahasiswa.
Marsus Suti, di hadapan Bupati Luwu, pada kesempatan ini juga menyinggung pemberian lahan oleh Pemkab Luwu kepada Unanda. "Terima kasih atas pemberian tanah 30 hektare yang sudah terbit sertifikatnya," ujarnya.
"Pemberian ini sangat bermanfaat, sekarang kami merintis jalan sepanjang 1,2 km dan bulan ini kami membangun rektorat dengan anggaran sebesar Rp5 miliar, bantuan dari Pemrov Sulsel di masa Nurdin Abdullah lalu ada dana Rp1 miliar untuk ruang kuliah, bantuan atau upaya dari anggota DPRD Provinsi, Irwan Hamid," lanjutnya.
Baca juga: Basmin Mattayang Dukung Kantor PUPR Luwu Jadi Role Model
Disampaikan Marsus Suti, bahwa Unanda saat ini telah memiliki 5.000 orang mahasiswa. Jumlah ini dipastikan akan bertambah lebih banyak jika Unanda tahun ini bisa berubah status jadi universitas negeri.
"Kita berharap Unanda bisa jadi negeri tahun ini. Sekarang kita menunggu kepres. Kami sangat berharap jika negeri yang paling utama adalah Kabupaten Luwu karena lokasi 30 hektare ini ada dari Luwu, yang tentu lokasinya di Luwu," ujarnya.
Dilaporkan Marsus Suti, jika tahun ini bisa berubah status jadi negeri, Unanda akan membuka fakultas kedokteran dan fakultas pertambangan.
"Alasannya, rencana Pemkab Luwu yang akan membangun rumah sakit tipe c di Walmas, alasan selanjutnya yakni melihat pertumbuhan perusahaan pertambangan di Sulawesi termasuk di Tana Luwu," ujarnya.
Civitas Unanda berharap, Pemkab Luwu terus membantu perkembangan Unanda, karena ke depan Unanda berencana akan membuka kampus di Belopa.
Baca juga: Putra Asal Luwu Berhasil Ikut Pendidikan di Akademi Militer
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Luwu, Basmin Mattayang berharap agar Unanda secepatnya jadi negeri. "Harapan kita bersama Unanda segera jadi negeri, saya juga sudah pernah menandatangai dukungan Imanda jadi negeri," lanjutnya.
Melalui kesempatan ini, kembali Bupati Luwu, menegaskan jika dirinya atas nama Bupati Luwu dan seluruh jajarannya siap memberikan dukungan moril, dan bantuan materil.
"30 hektare lahan sudah kami serahkan, ini bentuk keseriusan kami, keseriusan saya dalam mendukung dunia pendidikan khususnya di Tana Luwu dan Sulsel pada umumnya, kedepan tentu kita siap membantu selama itu memungkinkan," katanya.
Di hadapan Rektor Unanda dan rombongannya, Basmin Mattayang, menyampaikan Pemkab Luwu juga telah memberikan bantuan lahan seluas 10 hektare untuk IAIN Kota Palopo.
Baca juga: Jalan Poros Trans Sulawesi di Luwu Kembali Ambles
"IAIN juga kita berikan lahan 10 hektar, lokasinya di Bua dekat lokasi pembangunan Asrama Brimob. Pesan saya, kualiti kontrol, lakukan atau pengaawasan melekat terhadap mahasiswa jika kampus di Walmas sudah difungsikan apa lagi jika tinggal di asrama," ujarnya.
Bupati Luwu dua periode ini berharap, Unanda juga membangun kampus di Bua. "Saya senang jika berbicara pendidikan karena saya juga bagian dari dunia pendidikan dan di sini ada amal jariyah yang kita harapkan. Pemda Luwu siap berdiri di belakang Andi Djemma jika memang ada yang memungkinkan dan bisa kita bantu serta kerjasamakan," kuncinya.
(luq)
Lihat Juga :