42 Orang Tenaga Kesehatan di Maros Terpapar Covid-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 17:58 WIB
loading...
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Muhammad Yunus mengungkapkan, saat ini terdapat 42 tenaga kesehatan yang positif Covid-19 di Maros.
Dia mengatakan, tenaga kesehatan yang positif ini berasal dari sepuluh puskesmas. Kasus paling tinggi berada Maros Baru dan Tanralili.
Baca juga:Wisata Alam Bantimurung Tetap Buka Selama PPKM Level Tiga
"Tanralili ada 20 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif, Maros Baru ada 15 yang positif, dan Camba 6 orang yang terkonfirmasi positif juga," ungkap Yunus, Kamis (29/7).
Meski tenaga kesehatan di puskesmas banyak yang positif Covid-19, pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. "Rata-rata dari bagian resepsionis dan pelayanan kepada pasien Covid-19," katanya.
Dengan adanya klaster dari tenaga kesehatan , pihaknya mengambil langkah dengan cara menyuplai tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat agar pelayanan tetap berjalan.
Baca juga:Kabupaten Maros Terapkan PPKM Level 3, Operasional PKL Sampai Pukul 10 Malam
"Misalnya kemarin di Camba, tenaga kesehatannya kurang jadi kita suplai tenaga kesehatan dari Mallawa dan Cenrana," jelasnya.
Sampai Rabu 28 Juli 2021, angka positif Covid-19 di Kabupaten Maros terus bertambah. Warga terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 489 orang.
Baca juga:Kepala Bappeda Maros Terpapar Covid-19, Pegawai Lakukan WFH
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak melonggarkan protokol kesehatan , sebab kenaikan kasus Covid-19 di Maros disebabkan karena masyarakat kurang disiplin protokol kesehatan.
"Sekarang itu 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mencegah kerumunan, dan mencegah mobilisasi," pungkasnya.
Dia mengatakan, tenaga kesehatan yang positif ini berasal dari sepuluh puskesmas. Kasus paling tinggi berada Maros Baru dan Tanralili.
Baca juga:Wisata Alam Bantimurung Tetap Buka Selama PPKM Level Tiga
"Tanralili ada 20 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif, Maros Baru ada 15 yang positif, dan Camba 6 orang yang terkonfirmasi positif juga," ungkap Yunus, Kamis (29/7).
Meski tenaga kesehatan di puskesmas banyak yang positif Covid-19, pelayanan tetap berjalan seperti biasanya. "Rata-rata dari bagian resepsionis dan pelayanan kepada pasien Covid-19," katanya.
Dengan adanya klaster dari tenaga kesehatan , pihaknya mengambil langkah dengan cara menyuplai tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat agar pelayanan tetap berjalan.
Baca juga:Kabupaten Maros Terapkan PPKM Level 3, Operasional PKL Sampai Pukul 10 Malam
"Misalnya kemarin di Camba, tenaga kesehatannya kurang jadi kita suplai tenaga kesehatan dari Mallawa dan Cenrana," jelasnya.
Sampai Rabu 28 Juli 2021, angka positif Covid-19 di Kabupaten Maros terus bertambah. Warga terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 489 orang.
Baca juga:Kepala Bappeda Maros Terpapar Covid-19, Pegawai Lakukan WFH
Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak melonggarkan protokol kesehatan , sebab kenaikan kasus Covid-19 di Maros disebabkan karena masyarakat kurang disiplin protokol kesehatan.
"Sekarang itu 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mencegah kerumunan, dan mencegah mobilisasi," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :