Ini Tampang JA Tersangka Penganiayaan Tetangga hingga Tewas Gara-gara Kotoran Anjing
Kamis, 29 Juli 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Kasus ini berawal dari perdebatan soal kotoran anjing di Perumahan Duri Kosambi Baru, Sabtu (24/7/2021). Saat itu, anak korban berinisial AG tengah berjalan keliling kompleks dengan anjing peliharaannya. Kemudian, anjing tersebut terlepas dan tak sengaja membuang kotoran di depan rumah pelaku.
Anjing yang sedang membuang kotoran itu diketahui oleh pelaku. "Anaknya (AG) dimarahin sama si pelaku," kata Bintang.
Baca juga: Gara-gara Kotoran Anjing, Pria 59 Tahun Tewas Dianiaya Tetangga
Setelah memarahi AG, pelaku kemudian melontarkan perkataan untuk memanggil sang ayah. Lantas AG pulang mengadu ke ayahnya. "Bapaknya (korban) enggak terima kalau anaknya dimarahin. Cekcok disitu akhirnya dipukul di bagian pipi," ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, JA terlihat memukul AH terlebih dulu. Kejadian penganiayaan itu diketahui tetangganya. "Dipukul. Terus saksi pun ada, tetangga korban yang melihat. Dipukul, jatuh kemungkinan besar kepala terbentur," katanya.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Meski sempat sadar, namun kondisi korban tak bisa berbicara jelas alias terbata-bata. Setelah menjalani perawatan, korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
Anjing yang sedang membuang kotoran itu diketahui oleh pelaku. "Anaknya (AG) dimarahin sama si pelaku," kata Bintang.
Baca juga: Gara-gara Kotoran Anjing, Pria 59 Tahun Tewas Dianiaya Tetangga
Setelah memarahi AG, pelaku kemudian melontarkan perkataan untuk memanggil sang ayah. Lantas AG pulang mengadu ke ayahnya. "Bapaknya (korban) enggak terima kalau anaknya dimarahin. Cekcok disitu akhirnya dipukul di bagian pipi," ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV, JA terlihat memukul AH terlebih dulu. Kejadian penganiayaan itu diketahui tetangganya. "Dipukul. Terus saksi pun ada, tetangga korban yang melihat. Dipukul, jatuh kemungkinan besar kepala terbentur," katanya.
Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Meski sempat sadar, namun kondisi korban tak bisa berbicara jelas alias terbata-bata. Setelah menjalani perawatan, korban tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.
(jon)
Lihat Juga :