Kunjungi Satgas Madago Raya, Kepala BNPT Berharap DPO Teroris di Sulteng Dilumpuhkan
Selasa, 27 Juli 2021 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengapresiasi Satgas Madago Raya yang dalam beberapa minggu terakhir berhasil melumpuhkan 3 dari 9 anggota kelompok jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tersisa dari daftar DPO.
Boy Rafli menyebut bahwa hal itu merupakan sebuah prestasi yang layak untuk diapresiasi. Karena mereka adalah kelompok pelaku kejahatan yang membahayakan kehidupan di indonesia.
"Oleh karena itu, kita berharap ke depan, tentunya Operasi Madago Raya ini berhasil melumpuhkan mereka semua. Itu adalah harapan kita," ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala BNPT menyebut bahwa pihaknya memiliki program deradikalisasi, kontra radikalisasi yang bertahun-tahun sudah dijalankan. BNPT memiliki mitra deradikalisasi di beberapa tempat, seperti di Poso, Tentena yang akan diaktifkan terus ke depan.
"Karena program deradikalisasi ini program yang berkelanjutan, terutama adalah kepada mantan napiter yang proses reintegrasi sosialnya umumnya kita bantu. Jadi cukup banyak aktifitas yang sudah berjalan dan masih berjalan sampe hari ini," terang mantan Kadiv Humas Polri itu.
Selain napiter,alumni Akpol tahun 1988 inijuga mengungkapkan bahwa para korban aksi terorisme juga terus dilakukan pendampingan secara psikososial. Karena menurutnya, korban juga harus diberikan perawatan dan pelayanan yang baik oleh negara, begitu juga disisi pelakunya, harus dilakukan upaya penegakan hukum yang maksimal.
"Dan tidak hanya dari sisi penghukuman saja, tetapi bagaimana proses mengubah karakter yang tadinya setuju dengan kekerasan-kekerasan menjadi lebih memiliki pemikiran yang radikal, rasional dan moderat," ungkapmantan Kapolda Papua ini.
Boy Rafli menyebut bahwa hal itu merupakan sebuah prestasi yang layak untuk diapresiasi. Karena mereka adalah kelompok pelaku kejahatan yang membahayakan kehidupan di indonesia.
"Oleh karena itu, kita berharap ke depan, tentunya Operasi Madago Raya ini berhasil melumpuhkan mereka semua. Itu adalah harapan kita," ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala BNPT menyebut bahwa pihaknya memiliki program deradikalisasi, kontra radikalisasi yang bertahun-tahun sudah dijalankan. BNPT memiliki mitra deradikalisasi di beberapa tempat, seperti di Poso, Tentena yang akan diaktifkan terus ke depan.
"Karena program deradikalisasi ini program yang berkelanjutan, terutama adalah kepada mantan napiter yang proses reintegrasi sosialnya umumnya kita bantu. Jadi cukup banyak aktifitas yang sudah berjalan dan masih berjalan sampe hari ini," terang mantan Kadiv Humas Polri itu.
Selain napiter,alumni Akpol tahun 1988 inijuga mengungkapkan bahwa para korban aksi terorisme juga terus dilakukan pendampingan secara psikososial. Karena menurutnya, korban juga harus diberikan perawatan dan pelayanan yang baik oleh negara, begitu juga disisi pelakunya, harus dilakukan upaya penegakan hukum yang maksimal.
"Dan tidak hanya dari sisi penghukuman saja, tetapi bagaimana proses mengubah karakter yang tadinya setuju dengan kekerasan-kekerasan menjadi lebih memiliki pemikiran yang radikal, rasional dan moderat," ungkapmantan Kapolda Papua ini.
Lihat Juga :