Kurikulum Presisi Mulai Diterapkan di SPN Polda Sulsel
Senin, 26 Juli 2021 - 19:49 WIB
loading...
Calon siswa mengikuti pembentukan bintara tahun 2021 di SPN Polda Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Selatan mulai menerapkan kurikulum Presisi untuk Bintara Polri Tahun Anggaran 2021. Kurikulum ini diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat peringatan Hari Bhayangkara ke-75.
Kepala SPN Polda Sulsel, Kombes Pol Joko Pitoyo mengatakan, kurikulum tersebut termaktub dalam surat keputusan Kalemdiklat Polri No: Kep/340/VII/2021 tertanggal 1 Juli. Masa belajarnya pun kata Joko hanya 5 bulan, yang sebelumnya 7 bulan.
Baca juga:Pembangunan SPN Polda Sulsel di Kabupaten Maros Mulai Dilakukan
"Jadi ini untuk memenuhi jumlah anggota Polri yang idealnya setahun 2 kali pendidikan dengan masa lima bulan. Ini kurikulum baru namanya diambil dari program bapak Kapolri, Presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan," kata Joko kepada SINDOnews, Senin (26/7) lewat telepon.
Alumni Akademi Kepolisian tahun 1991 ini menerangkan, kurikulum Presisi tetap memenuhi jam pelajaran pendidikan Polri, yakni 1.400 jam. "Kalau 7 bulan kan begitu juga jam pelajarannya. Ini lima bulan tetap 1.400 jam juga. Yang kita kurangi itu lapangan. Lebih banyak materi," tuturnya.
Baca juga:Polda Sulsel Masifkan Patroli Siber saat Penerapan PPKM Mikro
Joko menerangkan, dalam kurikulum Presisi itu terdapat mata pelajaran karakter kebangsaan yang terdiri dari materi sejarah Indonesia, wawasan kebangsaan, hubungan antar suku bangsa, demokratisasi dan globalisasi, revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0 dan sejarah Polri.
Kepala SPN Polda Sulsel, Kombes Pol Joko Pitoyo mengatakan, kurikulum tersebut termaktub dalam surat keputusan Kalemdiklat Polri No: Kep/340/VII/2021 tertanggal 1 Juli. Masa belajarnya pun kata Joko hanya 5 bulan, yang sebelumnya 7 bulan.
Baca juga:Pembangunan SPN Polda Sulsel di Kabupaten Maros Mulai Dilakukan
"Jadi ini untuk memenuhi jumlah anggota Polri yang idealnya setahun 2 kali pendidikan dengan masa lima bulan. Ini kurikulum baru namanya diambil dari program bapak Kapolri, Presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan," kata Joko kepada SINDOnews, Senin (26/7) lewat telepon.
Alumni Akademi Kepolisian tahun 1991 ini menerangkan, kurikulum Presisi tetap memenuhi jam pelajaran pendidikan Polri, yakni 1.400 jam. "Kalau 7 bulan kan begitu juga jam pelajarannya. Ini lima bulan tetap 1.400 jam juga. Yang kita kurangi itu lapangan. Lebih banyak materi," tuturnya.
Baca juga:Polda Sulsel Masifkan Patroli Siber saat Penerapan PPKM Mikro
Joko menerangkan, dalam kurikulum Presisi itu terdapat mata pelajaran karakter kebangsaan yang terdiri dari materi sejarah Indonesia, wawasan kebangsaan, hubungan antar suku bangsa, demokratisasi dan globalisasi, revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0 dan sejarah Polri.
Lihat Juga :