Antisipasi Arus Balik, Dishub Perkirakan 1,8 Juta Orang Masuk Jabodetabek
Kamis, 28 Mei 2020 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Jika tidak memenuhi persyaratan dan tidak memiliki SIKM maka akan diputarbalikkan. “Dan kemudian melalui pendekatan di areal Jabodetabek kita akan melakukan seleksi, siapa yang memiliki izin keluar masuk dia yang boleh masuk. Kemudian yang tidak kita akan putar balikkan,” jelas Syafrin.
Syafrin melanjutkan pihaknya bersama-sama dengan TNI/Polri sudah melakukan penyekatan dimulai sejak awal keberangkatan masyarakat. “Jadi mulai dari Jawa Timur, rekan-rekan Polda dan TNI di Jawa Timur, begitu juga DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat ini sudah melakukan penyekatan sepanjang jalan sehingga begitu masuk border line Jabodetabek ini sudah terseleksi. Jadi sudah berlapis pengawasannya.”
Pencegahan melalui penyekatan kendaraan yang masuk ke Jabodetabek ini, tambah Syafrin, telah disepakati bersama-sama termasuk dengan Gugus Tugas Nasional. “Ini berkat kerjasama kerja sama dan koordinasi yang baik dari Pak Ketua Gugus Tugas Nasional (Doni Monardo), di mana kita melakukan evaluasi pada tanggal 23 Mei yang lalu terhadap arus mudik.” (Baca: Perang Penghabisan Lawan Corona, PSBB DKI Diperpanjang hingga 4 Juni 2020)
“Kemudian pencegahannya pada saat arus balik seperti apa yang sekarang diterapkan. Sehingga masyarakat itu sudah terseleksi begitu di jalan tol tidak sesuai dengan SIKM-nya langsung dikeluarkan,” imbuh Syafrin.
Syafrin melanjutkan pihaknya bersama-sama dengan TNI/Polri sudah melakukan penyekatan dimulai sejak awal keberangkatan masyarakat. “Jadi mulai dari Jawa Timur, rekan-rekan Polda dan TNI di Jawa Timur, begitu juga DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat ini sudah melakukan penyekatan sepanjang jalan sehingga begitu masuk border line Jabodetabek ini sudah terseleksi. Jadi sudah berlapis pengawasannya.”
Pencegahan melalui penyekatan kendaraan yang masuk ke Jabodetabek ini, tambah Syafrin, telah disepakati bersama-sama termasuk dengan Gugus Tugas Nasional. “Ini berkat kerjasama kerja sama dan koordinasi yang baik dari Pak Ketua Gugus Tugas Nasional (Doni Monardo), di mana kita melakukan evaluasi pada tanggal 23 Mei yang lalu terhadap arus mudik.” (Baca: Perang Penghabisan Lawan Corona, PSBB DKI Diperpanjang hingga 4 Juni 2020)
“Kemudian pencegahannya pada saat arus balik seperti apa yang sekarang diterapkan. Sehingga masyarakat itu sudah terseleksi begitu di jalan tol tidak sesuai dengan SIKM-nya langsung dikeluarkan,” imbuh Syafrin.
(kri)
Lihat Juga :