Pemkab Bulukumba Akan Bantu Eks Pekerja Migran Dapat Modal Usaha
Jum'at, 23 Juli 2021 - 15:15 WIB
loading...
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf saat berbicara pada pelatihan kewirausahaan para pekerja migran purna, Kamis (22/7). Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan
A
A
A
BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba siap membantu pekerja migran Indonesia (PMI) purna untuk mendapatkan modal usaha. Hal itu diungkap oleh Bupati Bulukumba, Muchtar Ali Yusuf.
Menurut Bupati, pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi akses bantuan permodalan di perbankan. Cukup laporkan ke pemerintah setempat, lalu pemkab akan memfasilitasi di perbankan.
Baca juga:Warga Bantaeng dan Bulukumba Dapat Bantuan Beras Selama PPKM
"Tapi bantuan modal itu jangan dipakai perbaiki rumah atau beli kursi sudut. Tapi betul-betul dipakai menjadi modal kerja," kata Bupati saat memberikan sambutan di pelatihan kewirausahaan pembuatan abon dan sambal tuna bagi PMI purna dan keluarganya, Kamis (22/7).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Sulsel, karena pelatihan ini memberikan modal keterampilan kepada PMI yang sudah kembali ke kampungnya di Bulukumba.
"Ini sebuah solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mengolah ikan tuna sehingga bernilai ekonomi tinggi," ucapnya.
Baca juga:Guru Ngaji dan Imam Masjid Terima Gaji dari Tunjangan Jabatan Bupati Bulukumba
Sekadar diketahui, BP2MI memiliki program pemberdayaan, khususnya bagi PMI purna dan keluarganya dalam bentuk kegiatan pelatihan kewirausahaan pada 5 bidang program, yaitu: Ketahanan Pangan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Jasa, dan Industri Digital.
Menurut Ketua Panitia, Rani, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan membuka wawasan PMI terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi diri sendiri, keluarga, maupun sumber daya alam.
"Kita mengharapkan pelatihan ini menghasilkan output PMI purna dan keluarganya yang terampil dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk berwirausaha," kata Rani saat pembukaan pelatihan di aula Kantor Desa Bontotangnga.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Dorong Pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan
Diharapkan, PMI purna dan keluarganya dapat lebih produktif, sehingga tidak perlu lagi kembali bekerja ke luar negeri, bahkan jika memungkinkan diarahkan untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
"Pelatihan dilaksanakan dalam empat angkatan. Setiap angkatan dua puluh orang peserta," jelasnya.
Menurut Bupati, pemerintah daerah akan membantu memfasilitasi akses bantuan permodalan di perbankan. Cukup laporkan ke pemerintah setempat, lalu pemkab akan memfasilitasi di perbankan.
Baca juga:Warga Bantaeng dan Bulukumba Dapat Bantuan Beras Selama PPKM
"Tapi bantuan modal itu jangan dipakai perbaiki rumah atau beli kursi sudut. Tapi betul-betul dipakai menjadi modal kerja," kata Bupati saat memberikan sambutan di pelatihan kewirausahaan pembuatan abon dan sambal tuna bagi PMI purna dan keluarganya, Kamis (22/7).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Sulsel, karena pelatihan ini memberikan modal keterampilan kepada PMI yang sudah kembali ke kampungnya di Bulukumba.
"Ini sebuah solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan mengolah ikan tuna sehingga bernilai ekonomi tinggi," ucapnya.
Baca juga:Guru Ngaji dan Imam Masjid Terima Gaji dari Tunjangan Jabatan Bupati Bulukumba
Sekadar diketahui, BP2MI memiliki program pemberdayaan, khususnya bagi PMI purna dan keluarganya dalam bentuk kegiatan pelatihan kewirausahaan pada 5 bidang program, yaitu: Ketahanan Pangan, Ekonomi Kreatif, Pariwisata, Jasa, dan Industri Digital.
Menurut Ketua Panitia, Rani, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan membuka wawasan PMI terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan potensi diri sendiri, keluarga, maupun sumber daya alam.
"Kita mengharapkan pelatihan ini menghasilkan output PMI purna dan keluarganya yang terampil dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk berwirausaha," kata Rani saat pembukaan pelatihan di aula Kantor Desa Bontotangnga.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Dorong Pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan
Diharapkan, PMI purna dan keluarganya dapat lebih produktif, sehingga tidak perlu lagi kembali bekerja ke luar negeri, bahkan jika memungkinkan diarahkan untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
"Pelatihan dilaksanakan dalam empat angkatan. Setiap angkatan dua puluh orang peserta," jelasnya.
(luq)
Lihat Juga :