Warganya Isoman Capai 80.000, Ridwan Kamil Minta Pusat Prioritaskan Jabar

Selasa, 20 Juli 2021 - 19:33 WIB
loading...
Warganya Isoman Capai 80.000, Ridwan Kamil Minta Pusat Prioritaskan Jabar
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil saat menghadiri Rakor Pembagian Obat dan Beras Gratis dari TNI yang Dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (19/7/2021). Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat memprioritaskan penyaluran bantuan obat dan vitamin bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Provinsi Jabar .

Menurut Ridwan Kamil, pihaknya membutuhkan perhatian pemerintah pusat. Pasalnya, dari total sekitar 119.000 pasien COVID-19 di Jabar, sekitar 80.000 di antaranya menjalani isoman.

“Ada 80.000-an warga isoman yang harus terlayani oleh obat gratis dari TNI ini, terbagi di wilayah Kodam Jaya dan Siliwangi," ungkap Ridwan Kamil dalam Rakor Pembagian Obat dan Beras Gratis dari TNI yang Dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (19/7/2021).



Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, hadirnya bantuan dari pemerintah pusat tersebut akan menambah kebutuhan obat dan vitamin pasien COVID-19 yang menjalani isoman. Selain dari pemerintah pusat, Pemprov Jabar juga sudah memberikan bantuan obat gratis bagi pasien isoman.

Hingga Senin (19/7/2021), lanjut Kang Emil, sudah ada 20.000 pasien isoman yang mengajukan bantuan obat dan vitamin yang diakses melalui fitur telekonsultasi di aplikasi Pikobar. Secara bertahap, bantuan tersebut sudah disalurkan dan diterima pasien.

Seperti diketahui, pemerintah pusat melalui TNI sudah meluncurkan bantuan obat dan vitamin untuk pasien isoman. Bantuan yang terbagi kedalam tiga paket ini dikhususkan bagi wilayah pulau Jawa-Bali yang sedang menerapkan PPKM Darurat.



Untuk tahap pertama, total 300.000 paket obat dan vitamin didistribusikan ke tiap Kodam dan langsung dibagikan ke pasien isoman yang sudah tercatat oleh Puskesmas. "Mudah-mudahan obat yang di-drop dari TNI bisa mendekati angka aktif yang sedang isoman di Jabar," harap Kang Emil.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, pihaknya akan memenuhi kebutuhan obat dan vitamin untuk 80.000 pasien isoman di Jabar secara bertahap."Saya kira nanti bertahap 80.000 ini pasti kita penuhi karena itu sudah niat pemerintah," ucapnya.

Luhut mengatakan, tiga provinsi di area PPKM Darurat merupakan penerima bantuan obat-obatan terbanyak, termasuk di antaranya Jabar."Yang angka-angkanya besar cuma di tiga provinsi," sebutnya.

Dalam rakor yang dihadiri para menteri dan gubernur se-Jawa dan Bali beserta masing-masing Pangdam itu, Luhut juga meminta agar pengadaan dan distribusi obat-obatan untuk pasien isoman dipercepat. "Saya minta dipercepat pengadaan dan distribusinya, pasien isoman sudah menunggu," tegasnya.



Syarat untuk mendapatkan bantuan obat dan vitamin gratis ini, yakni hanya menunjukkan bukti positif COVID-19 berdasarkan tes PCR. Paket satu diberikan bagi pasientanpa gejala, paket dua bagi pasien dengankeluhan demam dan hilang penciuman, dan paket tiga untuk pasien dengan keluhan panas dan batuk kering.

"Yang penting ada bukti positif COVID-19 dan ada rekomendasi dari Puskesmas atau dokter untuk paket mana yang akan diterima oleh pasien," ujar Luhut.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono mengatakan, termin satu untuk 100.000 paket obat-obatan dan vitamin sudah disalurkan sejak 14 Juli lalu. Bantuan itupun sudah diterima oleh masing-masing Kesdam se-Jawa dan Bali.

"Termin dua 80.000 paket pagi tadi sudah sampai ke masing-masing Kesdam dan akan didistribusikan ke masing-masing Kodim di wilayahnya," ujar Tugas.

Menurut Tugas, pihaknya juga sudah mengecek bantuan tersebut hingga kepada para pasien isoman yang terdata. "Untuk yang 20.000 paket kemarin sudah mengecek sudah sampai ke para isoman yang terdata," katanya.
(nic)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.8027 seconds (0.1#10.140)