Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tangis Pecah di Depan Gereja Katolik Saat Napi dan Sipir Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

loading...
Tangis Pecah di Depan Gereja Katolik Saat Napi dan Sipir Gelar Salat Idul Adha Berjamaah
Rayakan Idul Adha di tengah pandemi COVID-19, umat muslim yang berada di Rutan Kelas II B Kupang, NTT, menggelar salat Idul Adha di depan gereja Katolik. Foto/iNews TV/Eman Suni
KUPANG - Rasa syukur dalam doa penuh kekhusyukan, dan titik air mata memohon pengampunan tertumpah di depan gereja Katolik, saat para narapidana (Napi) dan sipir Rutan Kelas II B Kupang, NTT, menggelar salat Idul Adha 1442 H berjamaah.

Baca juga: PPKM Darurat, Warga Pekalongan Tetap Gelar Salat Idul Adha dan Tradisi Syukuran

Peserta salat Idul Adha , dibatasi hanya para warga binaan dan petugas rutan. Salat Idul Adha kali ini tidak melibatkan imam dari luar rutan. Mereka juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, untuk mencegah penularan COVID-19.



Kerukunan nampak terasa di saat salat Idul Adha digelar. Warga yang beragama lain membantu kelancaran pelaksanaan salat Idul Adha tersebut, dengan menjaga keamanan jalannya salat, dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan.

Baca juga: Hari Ini PPKM Darurat Berakhir, Gubernur Khofifah: Tunggu Pemerintah Pusat



Kepala Rutan Kelas II B Kupang, Muhamad Faudi mengatakan, salat Idul Adha 1442 H kali ini hanya dikhususkan bagi warga dalam rutan, dan tidak melibatkan warga sekitar termasuk ulama atau imam dari luar.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Tuban, 3 Korban Tewas Berserakan di Jalan

"Sesuai anjuran pemerintah, semua warga melaksanakan salat Idul Adha di rumah saja," tuturnya. Mereka juga menggelar doa bersama, agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga kehidupan bisa normal kembali.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top