Begini Penjelasan Pakar Unair Soal Pasien COVID-19 Meninggal Akibat Interaksi Obat
Selasa, 20 Juli 2021 - 04:13 WIB
loading...
Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K), Pakar Kesehatan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga . SINDOnews/Aan
A
A
A
SURABAYA - Kabar banyaknya pasien COVID-19 meninggal akibat interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat membuat banyak warga gelisah. Apalagi banyak berseliweran kabar tersebut di berbagai media sosial.
Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K), Pakar Kesehatan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga menuturkan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa kombinasi obat pada pasien COVID-19 menyebabkan asidosis laktat.
“Penyebab asidosis laktat itu sendiri bermacam-macam dan kita harus memahami patofisiologi terjadinya asidosis laktat sebelum serta-merta menyimpulkan penyebab asidosis laktat pada pasien COVID-19 adalah karena interaksi obat,” kata Meity, Senin (19/7/2021).
Ia melanjutkan, ketika seseorang terinfeksi COVID-19, kekurangan oksigen yang terjadi pada derajat sedang hingga berat dapat menyebabkan timbulnya asidosis laktat. Sementara asidosis laktat yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan keasaman darah yang juga dapat memperberat kondisi pasien seperti sesak nafas atau penurunan kesadaran. Sehingga, dapat disimpulkan jika kondisi COVID-19 dan asidosis laktat saling memperberat satu sama lain.
Terkait interaksi obat, katanya, setiap dokter yang memberi peresepan obat pada pasien tentu sudah menimbang manfaat maupun risiko interaksi obat yang dapat terjadi. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.
Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K), Pakar Kesehatan dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga menuturkan, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa kombinasi obat pada pasien COVID-19 menyebabkan asidosis laktat.
“Penyebab asidosis laktat itu sendiri bermacam-macam dan kita harus memahami patofisiologi terjadinya asidosis laktat sebelum serta-merta menyimpulkan penyebab asidosis laktat pada pasien COVID-19 adalah karena interaksi obat,” kata Meity, Senin (19/7/2021).
Ia melanjutkan, ketika seseorang terinfeksi COVID-19, kekurangan oksigen yang terjadi pada derajat sedang hingga berat dapat menyebabkan timbulnya asidosis laktat. Sementara asidosis laktat yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan keasaman darah yang juga dapat memperberat kondisi pasien seperti sesak nafas atau penurunan kesadaran. Sehingga, dapat disimpulkan jika kondisi COVID-19 dan asidosis laktat saling memperberat satu sama lain.
Terkait interaksi obat, katanya, setiap dokter yang memberi peresepan obat pada pasien tentu sudah menimbang manfaat maupun risiko interaksi obat yang dapat terjadi. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.
Lihat Juga :