Galon Guna Ulang Aman, BPOM Diminta Rutin Edukasi Masyarakat
Sabtu, 17 Juli 2021 - 13:45 WIB
loading...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina mengatakan, BPOM sebagai lembaga berwenang telah melakukan uji laboratorium secara valid terhadap kemasan pangan, termasuk Bisfenol A. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Penelitian terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap kadar migrasi Bisfenol A (BPA) dalam kemasan galon pada awal 2021 ini menunjukkan level yang sangat aman. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina mengatakan, BPOM sebagai lembaga berwenang telah melakukan uji laboratorium secara valid terhadap kemasan pangan, termasuk Bisfenol A.
“Untuk keamanan pangan di Indonesia ini, kita memang harus berkiblatnya ke BPOM, karena itu tanggung jawab mereka yang melakukannya. Karena apa yang dikeluarkan BPOM itu sudah pasti aman untuk dikonsumsi masyarakat. Yang masih perlu dilakukan BPOM adalah menyosialisasikan ke masyarakat mengenai kemasan-kemasan apa saja yang aman dikonsumsi,” ujar Arzeti, Jumat (16/7/2021).
Menurut Arzeti, BPOM perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai karakteristik dari semua kemasan pangan plastik, baik yang mengandung BPA dan kemasan plastik. “Perlu diedukasi dan terus disosialisaikan kepada masyarakat adalah bagaimana cara yang tepat untuk memperlakukan kemasan pangan plastik tersebut,” tukasnya.
Arzeti menambahkan, edukasi dan sosialisasi cara memperlakukan kemasan-kemasan pangan berbahan plastik itu perlu dilakukan secara rutin ke masyarakat. Memang, kata Arzeti, beberapa item dari kemasan pangan plastik itu sudah diinfokan BPOM ke masyarakat. (Baca juga; Uji Lab Terbaru 2021, BPOM Pastikan Galon Guna Ulang Tetap Aman )
Menurut Arzeti, hal itu penting dilakukan mengingat kemasan pangan plastik itu banyak digunakan para ibu untuk anak-anak mereka dengan alasan kalau menggunakan gelas takut pecah. Langkah seperti itu menurut sesuai dengan harapan pemerintah yang selalu mengharapkan agar anak-anak Indonesia bisa bertumbuh sehat dan cerdas.
“Untuk keamanan pangan di Indonesia ini, kita memang harus berkiblatnya ke BPOM, karena itu tanggung jawab mereka yang melakukannya. Karena apa yang dikeluarkan BPOM itu sudah pasti aman untuk dikonsumsi masyarakat. Yang masih perlu dilakukan BPOM adalah menyosialisasikan ke masyarakat mengenai kemasan-kemasan apa saja yang aman dikonsumsi,” ujar Arzeti, Jumat (16/7/2021).
Menurut Arzeti, BPOM perlu memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai karakteristik dari semua kemasan pangan plastik, baik yang mengandung BPA dan kemasan plastik. “Perlu diedukasi dan terus disosialisaikan kepada masyarakat adalah bagaimana cara yang tepat untuk memperlakukan kemasan pangan plastik tersebut,” tukasnya.
Arzeti menambahkan, edukasi dan sosialisasi cara memperlakukan kemasan-kemasan pangan berbahan plastik itu perlu dilakukan secara rutin ke masyarakat. Memang, kata Arzeti, beberapa item dari kemasan pangan plastik itu sudah diinfokan BPOM ke masyarakat. (Baca juga; Uji Lab Terbaru 2021, BPOM Pastikan Galon Guna Ulang Tetap Aman )
Menurut Arzeti, hal itu penting dilakukan mengingat kemasan pangan plastik itu banyak digunakan para ibu untuk anak-anak mereka dengan alasan kalau menggunakan gelas takut pecah. Langkah seperti itu menurut sesuai dengan harapan pemerintah yang selalu mengharapkan agar anak-anak Indonesia bisa bertumbuh sehat dan cerdas.
Lihat Juga :