Pandemi COVID-19 Bikin Babak Belur, Pelaku Wisata Pasrah Bila PPKM Darurat Diperpanjang
Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
"Rata-rata hotel dan restoran tutup , meski sebenarnya diperbolehkan buka karena beban operasional berat kalau tetap buka," kata Owner Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang ini.
Baca juga: Tangis Pecah Keluarga di Grobogan, Sambut 2 Jenazah Petani yang Tewas Disambar KA
Berdasarkan laporan yang diterimanya sejumlah hotel dan penginapan hingga resto yang memilih tak beroperasi di antaranya Sindang Reret, Gunung Putri, Sandria, Novena, Rumah Makan Pak Oma, Asep Stroberi, hingga tempat usaha miliknya TWGC Lembang. Meskipun tutup perawatan, pemeliharaan dan seperti bayar listrik tetap harus dibayarkan.
Public Relation The Great Asia Africa Intania Setiati menambahkan, kondisi ini sangat memberatkan bagi para pelaku usaha wisata . Sebab, meski tanpa pemasukan namun pihaknya harus tetap mengeluarkan uang untuk biaya perawatan. "Listrik dan perawatan harus tetap jalan dan dibayar meski karyawan dirumahkan. Pemerintah mestinya memperhatikan nasib para pekerja pariwisata yang terdampak," pungkasnya.
Baca juga: Tangis Pecah Keluarga di Grobogan, Sambut 2 Jenazah Petani yang Tewas Disambar KA
Berdasarkan laporan yang diterimanya sejumlah hotel dan penginapan hingga resto yang memilih tak beroperasi di antaranya Sindang Reret, Gunung Putri, Sandria, Novena, Rumah Makan Pak Oma, Asep Stroberi, hingga tempat usaha miliknya TWGC Lembang. Meskipun tutup perawatan, pemeliharaan dan seperti bayar listrik tetap harus dibayarkan.
Public Relation The Great Asia Africa Intania Setiati menambahkan, kondisi ini sangat memberatkan bagi para pelaku usaha wisata . Sebab, meski tanpa pemasukan namun pihaknya harus tetap mengeluarkan uang untuk biaya perawatan. "Listrik dan perawatan harus tetap jalan dan dibayar meski karyawan dirumahkan. Pemerintah mestinya memperhatikan nasib para pekerja pariwisata yang terdampak," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :