Sempat Viral, Keluarga Miskin di Luwu Dapat Bantuan
Jum'at, 16 Juli 2021 - 18:39 WIB
loading...
Keluarga Marlina menerima bantuan dari rombongan KUA Bua. Penyerahan bantuan disaksikan Kepala Desa Lare Lare beserta aparat TNI dan Polri. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Satu keluarga miskin di Dusun Bunga Tani, Desa Lare Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu tiba-tiba viral di sosial media ataskondisi mereka yang cukup memprihatinkan.
Sejak diunggah, sejumlah pihak menanggapi dan mendatangi keluarga ini untuk memberikan bantuan. Di antaranya dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bua, Dinas Tarkim dan Pemerintah Desa Lare Lare.
Baca juga:Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi
Bantuan diterima langsung Marlina (45) yang juga sekaligus sebagai kepala keluarga dari 6 orang anaknya. Kepala KUA dan rombongannya membawa bantuan mi instan, air mineral, beras, minyak kelapa, selimut, dan telur.
Sementara itu, Kepala Desa Lare Lare, Alfian Pardi, yang juga langsung turun ke lokasi menyerahkan bantuan papan sebanyak 2 kubik.
"Saya kaget banyak yang telepon tanyakan kondisi warga saya. Ternyata ada warga saya yang diviralkan melalui sosial media, saya jawab sesuai fakta," ujar Alfian Pardi.
Diakuinya, keluarga Marlina memang tergolong keluarga kurang mampu atau miskin. Apalagi sepeninggal suaminya, Markus Deka, Marlina harus berjuang menghidupi anak-anaknya.
"Beruntung ada satu anaknya laki-laki bernama Madi. Ini anak pertama yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga Marlina," ujarnya.
Baca juga:PPnBM 0 Persen, Vios Dapat Potongan Harga Rp65 Juta
Dijelaskan Alfian Pardi, sembilan bulan dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Lare Lare, pihaknya sudah beberapa kali memberikan bantuan kepada keluarga ini.
"Alhamdulillah keluarga Marlina telah kami bantu satu unit toilet permanen, ini lengkap dengan bak pembuangannya. Kami juga sudah daftar sebagai penerima listrik gratis dan alhamdulillah lampunya sudah menyala. Selain itu, saya juga sudah perbaharui KK-nya dan terdaftar sebagai penerima bansos PKH," rincinya.
"Hari ini menggunakan uang pribadi saya sumbang dua kubik papan untuk merenovasi rumahnya. Saya juga sudah laporkan ke Kadis Tarkim dan Pak Kadis Tarkim Sofyan Thamrin berjanji untuk memberikan bantuan," lanjutnya.
Baca juga:ASN di Luwu Diminta Jadi Contoh untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Kepada SINDOnews, anak pertama Marlina bernama Madi, menyampaikan kondisi rumahnya yang sudah rusak parah.
"Sudah banyak kayunya yang lapuk, kami khawatir jika angin kencang dan hujan deras bisa-bisa rumah kami roboh. Saya berharap pemerintah membantu," katanya.
Untuk diketahui, saat ini keluarga Marlina melalui anaknya Madi mengelola tiga petak sawah di bawah 1/4 hektare. Sekali panen, bisa menghasilkan 6 sampai 8 karung gabah.
Selain itu, Madi juga bekerja sebagai tukang ojek gabah. Dari hasil inilah, Madi menghidupi ibunya dan lima orang adiknya, termasuk menyekolahkan empat orang di antaranya.
Data yang dihimpun SINDOnews, Marlina memiliki 6 orang anak. Sebagai anak pertama Madi, anak keduanya seorang perempuan saat ini bekerja sebagai karyawan salah satu toko di Kota Palopo.
Baca juga:Aspal DAK Rampung, PUPR Lanjut Pengaspalan DID Rp20,5 Miliar
Anak ketiga laki-laki baru saja tamat SMK, anak ke empat bernama Marni kelas 3 SMA, anak kelima kelas 3 SMP dan anak terakhir bernama Juniar masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Hingga siang kemarin, sejumlah bantuan berdatangan ke rumah Marlina, janda 6 orang anak di Luwu. Bukan hanya dari KUA, Tarkim dan Kepala Desa Lare Lare, bantuan juga datang dari warga luar Kabupaten Luwu melalui open donasi yang disebar melalui Social media WA dan Facebook.
Sejak diunggah, sejumlah pihak menanggapi dan mendatangi keluarga ini untuk memberikan bantuan. Di antaranya dari Kantor Urusan Agama (KUA) Bua, Dinas Tarkim dan Pemerintah Desa Lare Lare.
Baca juga:Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi
Bantuan diterima langsung Marlina (45) yang juga sekaligus sebagai kepala keluarga dari 6 orang anaknya. Kepala KUA dan rombongannya membawa bantuan mi instan, air mineral, beras, minyak kelapa, selimut, dan telur.
Sementara itu, Kepala Desa Lare Lare, Alfian Pardi, yang juga langsung turun ke lokasi menyerahkan bantuan papan sebanyak 2 kubik.
"Saya kaget banyak yang telepon tanyakan kondisi warga saya. Ternyata ada warga saya yang diviralkan melalui sosial media, saya jawab sesuai fakta," ujar Alfian Pardi.
Diakuinya, keluarga Marlina memang tergolong keluarga kurang mampu atau miskin. Apalagi sepeninggal suaminya, Markus Deka, Marlina harus berjuang menghidupi anak-anaknya.
"Beruntung ada satu anaknya laki-laki bernama Madi. Ini anak pertama yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga Marlina," ujarnya.
Baca juga:PPnBM 0 Persen, Vios Dapat Potongan Harga Rp65 Juta
Dijelaskan Alfian Pardi, sembilan bulan dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Lare Lare, pihaknya sudah beberapa kali memberikan bantuan kepada keluarga ini.
"Alhamdulillah keluarga Marlina telah kami bantu satu unit toilet permanen, ini lengkap dengan bak pembuangannya. Kami juga sudah daftar sebagai penerima listrik gratis dan alhamdulillah lampunya sudah menyala. Selain itu, saya juga sudah perbaharui KK-nya dan terdaftar sebagai penerima bansos PKH," rincinya.
"Hari ini menggunakan uang pribadi saya sumbang dua kubik papan untuk merenovasi rumahnya. Saya juga sudah laporkan ke Kadis Tarkim dan Pak Kadis Tarkim Sofyan Thamrin berjanji untuk memberikan bantuan," lanjutnya.
Baca juga:ASN di Luwu Diminta Jadi Contoh untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Kepada SINDOnews, anak pertama Marlina bernama Madi, menyampaikan kondisi rumahnya yang sudah rusak parah.
"Sudah banyak kayunya yang lapuk, kami khawatir jika angin kencang dan hujan deras bisa-bisa rumah kami roboh. Saya berharap pemerintah membantu," katanya.
Untuk diketahui, saat ini keluarga Marlina melalui anaknya Madi mengelola tiga petak sawah di bawah 1/4 hektare. Sekali panen, bisa menghasilkan 6 sampai 8 karung gabah.
Selain itu, Madi juga bekerja sebagai tukang ojek gabah. Dari hasil inilah, Madi menghidupi ibunya dan lima orang adiknya, termasuk menyekolahkan empat orang di antaranya.
Data yang dihimpun SINDOnews, Marlina memiliki 6 orang anak. Sebagai anak pertama Madi, anak keduanya seorang perempuan saat ini bekerja sebagai karyawan salah satu toko di Kota Palopo.
Baca juga:Aspal DAK Rampung, PUPR Lanjut Pengaspalan DID Rp20,5 Miliar
Anak ketiga laki-laki baru saja tamat SMK, anak ke empat bernama Marni kelas 3 SMA, anak kelima kelas 3 SMP dan anak terakhir bernama Juniar masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Hingga siang kemarin, sejumlah bantuan berdatangan ke rumah Marlina, janda 6 orang anak di Luwu. Bukan hanya dari KUA, Tarkim dan Kepala Desa Lare Lare, bantuan juga datang dari warga luar Kabupaten Luwu melalui open donasi yang disebar melalui Social media WA dan Facebook.
(luq)
Lihat Juga :