Datangi TPU Rorotan, Begini Cara Anies Ingatkan Masyarakat Akan Bahaya Covid-19
Jum'at, 16 Juli 2021 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Air matanya terus mengalir. Kerudung merah itu telah basah jadi penyeka air mata. “Yg berat tu, Pak, kami nggak bisa nemenin di akhir-akhir Ayah. Nggak bisa ngebimbing. Nggak bisa mandiin. Kami cuma bisa ke sini sesudah Ayah dikubur. Ia anak sulung. Lelaki berjaket ojol, dia adiknya".
Tak lama kemudian, mereka pindah ke kubur ibunya. Anies menyusul. Saat mendekat, terdengar suara lembut lantunan ayat suci Al-Quran. Anies menyimak, sampai ia selesai. Terucap amin berulang kali. Tangan kanan memegang kitab di dada dan tangan kiri membasuh muka.
“Emak meninggal. Seminggu kemudian Ayah nyusul. Padahal sebelumnya mereka sehat-sehat aja. Terus batuk, sesek, waktu diperiksa ternyata covid,"
“Kalau kamis sore kami ke sini, Pak. Ngaji tiap malam jumat di makam Emak & Ayah. Kami menemin. Cuma ini yg bisa dilakuin, Pak. Ngedoain aja terus.” tutur mereka dalam sendu. Semua mata berkaca-kaca.
Tak lama kemudian, mereka pindah ke kubur ibunya. Anies menyusul. Saat mendekat, terdengar suara lembut lantunan ayat suci Al-Quran. Anies menyimak, sampai ia selesai. Terucap amin berulang kali. Tangan kanan memegang kitab di dada dan tangan kiri membasuh muka.
“Emak meninggal. Seminggu kemudian Ayah nyusul. Padahal sebelumnya mereka sehat-sehat aja. Terus batuk, sesek, waktu diperiksa ternyata covid,"
“Kalau kamis sore kami ke sini, Pak. Ngaji tiap malam jumat di makam Emak & Ayah. Kami menemin. Cuma ini yg bisa dilakuin, Pak. Ngedoain aja terus.” tutur mereka dalam sendu. Semua mata berkaca-kaca.

Lihat Juga :