Kapus Positif Covid-19, Pelayanan Dua Puskesmas di Medan Dialihkan
Rabu, 27 Mei 2020 - 17:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kota Matsum (komat) hasilnya sudah keluar 20 Mei lalu dan dirinya langsung dijemput dikediamanya di jalan Kalingga, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, pada 23 Mei lalu oleh petugas kesehatan Kota Medan dan saat ini sudah dikaratina dan dirawat di rumah sakit. (Baca juga : UP DATE Covid-19 Sumut: Jumlah Korban Meninggal Dunia Bertambah 1 hingga Menjadi 34 Orang )
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Efendy mengatakan, tidak ada penutupan Puskesmas. "Semua hanya dialihkan saja ke Puskesmas yang ada di wilayah terdekat, karena pelayanan harus tetap berjalan dan tidak boleh terhenti,"
"Bagi siapapun yang dinyatakan positif dengan melalui hasil swab baik itu tim medis ataupun masyarakat, seluruhnya wajib menjalankan karantina dan dirawat dirumah sakit rujukan yang telah disiapkan pemerintah, dan semuanya harus mengikuti sesuai aturan protokol Covid-19," tambahnya.
Kasus positif covid-19 di kedua puskesmas menunjukkan justru tenaga medis atau tenaga kesehatan di luar rumah sakit rujukan justru sangat berisiko tertular virus corona baru, karena perawat maupun dokter yang ada di puksesmas tidak dilengkapi perlengkapan memadai, sementara pasien atau calon pasien yang mereka hadapi bisa saja mengidap virus mamatikan itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Efendy mengatakan, tidak ada penutupan Puskesmas. "Semua hanya dialihkan saja ke Puskesmas yang ada di wilayah terdekat, karena pelayanan harus tetap berjalan dan tidak boleh terhenti,"
"Bagi siapapun yang dinyatakan positif dengan melalui hasil swab baik itu tim medis ataupun masyarakat, seluruhnya wajib menjalankan karantina dan dirawat dirumah sakit rujukan yang telah disiapkan pemerintah, dan semuanya harus mengikuti sesuai aturan protokol Covid-19," tambahnya.
Kasus positif covid-19 di kedua puskesmas menunjukkan justru tenaga medis atau tenaga kesehatan di luar rumah sakit rujukan justru sangat berisiko tertular virus corona baru, karena perawat maupun dokter yang ada di puksesmas tidak dilengkapi perlengkapan memadai, sementara pasien atau calon pasien yang mereka hadapi bisa saja mengidap virus mamatikan itu.
(nfl)
Lihat Juga :