Cerita Sukarsih, Perawat RS Mardi Rahayu Kudus Sembuh dari COVID-19
Senin, 20 April 2020 - 20:29 WIB
loading...
Sukarsih, perawat RSRS Mardi Rahayu Kudus yang sembuh dari Corona (COVID-19).Foto/SIDO MEDIA/Ahmad Antoni
A
A
A
KUDUS - Awalnya, Sukarsih, perawat RS Mardi Rahayu Kudus, merasakan sakit perut, diare dan kepalanya pusing setelah empat hari bertugas di ruang isolasi khusus Corona (COVID-19) pada Rabu (25/3/2020) lalu. Dia sempat mengira kondisi itu efek lain dari menstruasi yang tengah dialaminya.
Karena kondisinya semakin tidak nyaman, dia memeriksakan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mardi Rahayu Kudus. Dokter yang memeriksanya menyarankan untuk rawat inap setelah mengetahui Sukarsih memiliki riwayat bertugas di ruang isolasi khusus COVID-19.
“Tanggal 27 Maret 2020, dokter menyarankan untuk CT Scan Thorax atau CT Scan dada. Hasilnya ternyata mengarah ke COVID-19, dan saya berstatus jadi pasien dalam pengawasan (PDP). Hari itu juga saya dipindah ke ruang isolasi khusus PDP,” tutur Sukarsih, Senin (20/4/2020).
Keesokan harinya, Sabtu (28/3/2020), Sukarsih menjalani rapid test. Hasil rapid test Sukarsih positif Corona. Untuk memastikan, pihak rumah sakit mengambil sampel swab Sukarsih di hari yang sama dengan rapid test. Hasil uji swab menguatkan rapid test. Sukarsih dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19.
Pada Jumat (3/4/2020), Sukarsih menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan kembali mendapatkan kabar tak menyenangkan. Hasil tes itu menyatakan dia positif COVID-19.
Mengetahui seluruh tes yang dia jalani menyatakan positif covid-19, Sukarsih mengaku sempat syok. Namun, dia terus menyemangati diri agar sembuh dari penyakit tersebut. "Saya yakin dan percaya kalau saya pasti akan sembuh," katanya, mengulang isi doa yang selalu dia panjatkan.
Sembuh Pada Sabtu dan Minggu (4-5/4/2020), atau tepat 14 hari sejak bertugas di ruang isolasi, Sukarsih menjalani dua tes swab lanjutan. Kali ini, kedua hasil swabnya negatif. Sukarsih pun dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit. Hasil swab diperkuat laporan PCR-nya, yang juga menunjukkan negatif covid. Hasil PCR itu keluar pada Rabu (8/4/2020).
Karena kondisinya semakin tidak nyaman, dia memeriksakan diri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mardi Rahayu Kudus. Dokter yang memeriksanya menyarankan untuk rawat inap setelah mengetahui Sukarsih memiliki riwayat bertugas di ruang isolasi khusus COVID-19.
“Tanggal 27 Maret 2020, dokter menyarankan untuk CT Scan Thorax atau CT Scan dada. Hasilnya ternyata mengarah ke COVID-19, dan saya berstatus jadi pasien dalam pengawasan (PDP). Hari itu juga saya dipindah ke ruang isolasi khusus PDP,” tutur Sukarsih, Senin (20/4/2020).
Keesokan harinya, Sabtu (28/3/2020), Sukarsih menjalani rapid test. Hasil rapid test Sukarsih positif Corona. Untuk memastikan, pihak rumah sakit mengambil sampel swab Sukarsih di hari yang sama dengan rapid test. Hasil uji swab menguatkan rapid test. Sukarsih dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19.
Pada Jumat (3/4/2020), Sukarsih menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan kembali mendapatkan kabar tak menyenangkan. Hasil tes itu menyatakan dia positif COVID-19.
Mengetahui seluruh tes yang dia jalani menyatakan positif covid-19, Sukarsih mengaku sempat syok. Namun, dia terus menyemangati diri agar sembuh dari penyakit tersebut. "Saya yakin dan percaya kalau saya pasti akan sembuh," katanya, mengulang isi doa yang selalu dia panjatkan.
Sembuh Pada Sabtu dan Minggu (4-5/4/2020), atau tepat 14 hari sejak bertugas di ruang isolasi, Sukarsih menjalani dua tes swab lanjutan. Kali ini, kedua hasil swabnya negatif. Sukarsih pun dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang dari rumah sakit. Hasil swab diperkuat laporan PCR-nya, yang juga menunjukkan negatif covid. Hasil PCR itu keluar pada Rabu (8/4/2020).
Lihat Juga :