Dampak Wabah Corona, Seribuan Buruh di Jombang Kena PHK
Senin, 13 April 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi, tidak semua perusahaan yang merumahkan karyawannya akan dipekerjakan kembali, pasca wabah ini mereda. Birokrat yang akrap disapa Gempur ini menyebut, sebagian karyawan yang dirumahkan itu lantaran masa kontrak kerja habis atau tidak diperpanjang. Lantaran order atau permintaan produksi menurun.
"PT. Pei Hai misalnya, sudah biasa melakukan PKWT (Pemutusan Kerja Waktu Tertentu). Kalau sepi order perusahaan ini memang biasa merumahkan karyawannya. Tapi nanti kalau ramai order mereka bisa dipanggil kembali. Utamanya yang sudah pernah bekerja di situ," jelas Gempur.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perusahaan, kata Gempur, penyebab utama PKH ini tak lain karena menurunnya permintaan di pasaran. Hal itu dipicu penyebaran wabah Corona yang sejak awal Maret melanda Indonesia. Selain itu ekspor barang ke luar negeri juga menurun drastis.
"Impor bahan produksi dan ekspor memang terhambat. Rata-rata perusahaan di Jombang menyampaikan itu. Selain permintaan di pasar turun drastis ya sejak adanya Corona ini. Tapi, alhamdulillah tidak ada gejolak, karena teman-teman buruh bisa memahami kondisi perusahaan saat ini," terangnya.
Di Kabupaten Jombang sendiri, lanjut Gempur, ada 1.127 perusahaan, mulai skala besar, menengah dan perusahaan kecil. Dari jumlah itu, sebagian besar masih beroperasi. Sejauh ini, Pemkab Jombang memang belum mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang meminta agar perusahaan meliburkan karyawannya akibat pandemi Corona ini.
"PT. Pei Hai misalnya, sudah biasa melakukan PKWT (Pemutusan Kerja Waktu Tertentu). Kalau sepi order perusahaan ini memang biasa merumahkan karyawannya. Tapi nanti kalau ramai order mereka bisa dipanggil kembali. Utamanya yang sudah pernah bekerja di situ," jelas Gempur.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak perusahaan, kata Gempur, penyebab utama PKH ini tak lain karena menurunnya permintaan di pasaran. Hal itu dipicu penyebaran wabah Corona yang sejak awal Maret melanda Indonesia. Selain itu ekspor barang ke luar negeri juga menurun drastis.
"Impor bahan produksi dan ekspor memang terhambat. Rata-rata perusahaan di Jombang menyampaikan itu. Selain permintaan di pasar turun drastis ya sejak adanya Corona ini. Tapi, alhamdulillah tidak ada gejolak, karena teman-teman buruh bisa memahami kondisi perusahaan saat ini," terangnya.
Di Kabupaten Jombang sendiri, lanjut Gempur, ada 1.127 perusahaan, mulai skala besar, menengah dan perusahaan kecil. Dari jumlah itu, sebagian besar masih beroperasi. Sejauh ini, Pemkab Jombang memang belum mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang meminta agar perusahaan meliburkan karyawannya akibat pandemi Corona ini.
Lihat Juga :