Pengerjaan Huntap di Dusun Porodoa Libatkan Masyarakat Lokal
Jum'at, 09 Juli 2021 - 16:07 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani meninjau pembangunan hunian tetap (huntap) di Dusun Porodua. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Pembangunan hunian tetap (huntap) di Dusun Porodoa, Desa Mappedeceng Kecamatan Mappedeceng terus digenjot. Pembangunan 72 unit huntap korban banjir bandang ini ditarget selesai November 2021.
Huntap di Dusun Porodoa ini dikerjakan melalui manajemen konstruksi PT Indah Cipta Dimensi dan pelaksana PT Putra Mayadapa. Pelaksana pembangunan huntap Porodoa, Ichsan Ardiansyah, menyebutkan, hingga minggu kelima pascapeletakan batu pertama, progressnya sudah mencapai 8%.
Baca juga:Bupati Lutra Imbau Pelaksanaan Pilkades di Mappedeceng Taat Protokol Kesehatan
“Ini sudah 8%, tapi kami upayakan selesai secepat mungkin,” kata Ichsan, saat mendampingi Bupati memantau progress pembangunan huntap , Kamis (8/7/2021).
Ichsan menjelaskan, pekerjaan pembangunan huntap melibatkan 90 perkerja, di mana 50% di antaranya berasal dari masyarakat lokal Luwu Utara.
“Pembangunan huntap di sini dikerjakan oleh 90 orang pekerja, yang 50% adalah masyarakat lokal,” ungkap pria yang juga berasal dari Asosiasi Kontraktor Nasional Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga:Wisuda Santri TPA Mappedeceng Berlangsung dengan Prokes Ketat
Huntap di Dusun Porodoa ini dikerjakan melalui manajemen konstruksi PT Indah Cipta Dimensi dan pelaksana PT Putra Mayadapa. Pelaksana pembangunan huntap Porodoa, Ichsan Ardiansyah, menyebutkan, hingga minggu kelima pascapeletakan batu pertama, progressnya sudah mencapai 8%.
Baca juga:Bupati Lutra Imbau Pelaksanaan Pilkades di Mappedeceng Taat Protokol Kesehatan
“Ini sudah 8%, tapi kami upayakan selesai secepat mungkin,” kata Ichsan, saat mendampingi Bupati memantau progress pembangunan huntap , Kamis (8/7/2021).
Ichsan menjelaskan, pekerjaan pembangunan huntap melibatkan 90 perkerja, di mana 50% di antaranya berasal dari masyarakat lokal Luwu Utara.
“Pembangunan huntap di sini dikerjakan oleh 90 orang pekerja, yang 50% adalah masyarakat lokal,” ungkap pria yang juga berasal dari Asosiasi Kontraktor Nasional Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga:Wisuda Santri TPA Mappedeceng Berlangsung dengan Prokes Ketat
Lihat Juga :