Rektor UNM Tegaskan Seleksi Jalur Mandiri Bukan Ajang Titip-titipan
Kamis, 08 Juli 2021 - 18:46 WIB
loading...
Rektor UNM, Prof Husain Syam dalam sesi press conference seleksi jalur mandiri, Kamis (8/7). Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) , Prof Husain Syam memastikan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) jalur mandiri UNM tahun 2021 berjalan lancar dan aman.
Selama empat hari tes UTBK mulai tanggal 5 sampai 8 Juli 2021, Rektor UNM beserta jajaran pimpinan dan panitia UTBK jalur mandiri telah memastikan proses tersebut tertib terlaksana sesuai protokol kesehatan.
Baca juga:Bertemu di Pinisi, Rektor UNM dan Mentan Diskusi hingga Nyanyi Bareng
"Selama empat hari ini kami sudah keliling bersama panitia memastikan tes jalur mandiri berjalan lancar dan aman," kata Prof Husain Syam saat menggelar konferensi pers di Gedung Pinisi lantai 17 UNM , Kamis (8/7/2021).
Guru besar di bidang pertanian itu juga memastikan bahwa siapapun yang ikut berkompetisi untuk meraih kursi di jalur mandiri, memiliki hak dan peluang yang sama.
"Jadi tidak ada ruang untuk bisa mendzalimi orang lain, intinya siapapun anak bangsa yang mau masuk di UNM itu melalui tes dan seleksi ketat," ujarnya.
Hal tersebut secara langsung mematahkan mindset masyarakat bahwa tes jalur mandiri masuk di UNM adalah ajang titip-titipan bagi calon mahasiswa baru.
"Karena banyak sekali informasi yang beredar di luar sana, nah makanya sekarang kita patahkan mindset itu. Tes inilah yang kita kawal bahwa itu adalah objektif memiliki peluang dan hak yang sama dalam meraih cita-cita anak bangsa," ungkapnya.
Baca juga:Kunjungi UNM, Senat Poleteknik Pelayaran Barombong Belajar SOP
Untuk tahun ini, pendaftar di jalur mandiri UNM sebanyak 6.936 orang, yang mengikuti tes potensi akademik 6.775 orang, jalur hafiz dan hafizah 33 peserta, sedangkan pada jalur berprestasi 155 orang.
Sementara hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 12 Juli mendatang. "Biasanya ada tarik ulur soal pengumuman jalur mandiri, sekarang sudah tidak, jadi semua sudah terjadwal," beber Prof Husain Syam.
Kendati demikian, mantan Dekan Fakultas Teknik UNM dua periode itu berujar bahwa pendaftar camaba tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.
"Ini angka yang signifikan mengalami kenaikan, di tengah pandemi Covid-19 saja UNM masih sangat diminati oleh masyarakat. Kenapa? Karena kita memberikan layanan prima dan hak yang sama kepada semua," terangnya.
Sekadar diketahui, kuota jalur mandiri di UNM sebanyak 40 persen, hal itu sesuai dengan regulasi dan persetujuan oleh persatuan Rektor seluruh Indonesia.
Baca juga:Bicara di Sosper DPRD, Humas UNM Tekankan Pentingnya Pendidikan Bermutu
"Karena regulasi kita itu sudah dirumuskan bahwa jika jalur SNMPTN dan SBMPTN itu tidak diisi oleh yang sudah lolos, maka jalur mandiri bisa berpeluang sampai 45 persen," pungkasnya.
Adapun 10 besar program studi yang menjadi favorit dan diminati oleh calon mahasiswa yaitu, Manajemen, Psikologi, PGSD Makassar, Pendidikan Teknik Informatika, Akuntansi, Ilmu administrasi negara, Teknik komputer, Penjaskesrek, Ilmu hukum, Teknik Sipil dan Bangunan.
Selama empat hari tes UTBK mulai tanggal 5 sampai 8 Juli 2021, Rektor UNM beserta jajaran pimpinan dan panitia UTBK jalur mandiri telah memastikan proses tersebut tertib terlaksana sesuai protokol kesehatan.
Baca juga:Bertemu di Pinisi, Rektor UNM dan Mentan Diskusi hingga Nyanyi Bareng
"Selama empat hari ini kami sudah keliling bersama panitia memastikan tes jalur mandiri berjalan lancar dan aman," kata Prof Husain Syam saat menggelar konferensi pers di Gedung Pinisi lantai 17 UNM , Kamis (8/7/2021).
Guru besar di bidang pertanian itu juga memastikan bahwa siapapun yang ikut berkompetisi untuk meraih kursi di jalur mandiri, memiliki hak dan peluang yang sama.
"Jadi tidak ada ruang untuk bisa mendzalimi orang lain, intinya siapapun anak bangsa yang mau masuk di UNM itu melalui tes dan seleksi ketat," ujarnya.
Hal tersebut secara langsung mematahkan mindset masyarakat bahwa tes jalur mandiri masuk di UNM adalah ajang titip-titipan bagi calon mahasiswa baru.
"Karena banyak sekali informasi yang beredar di luar sana, nah makanya sekarang kita patahkan mindset itu. Tes inilah yang kita kawal bahwa itu adalah objektif memiliki peluang dan hak yang sama dalam meraih cita-cita anak bangsa," ungkapnya.
Baca juga:Kunjungi UNM, Senat Poleteknik Pelayaran Barombong Belajar SOP
Untuk tahun ini, pendaftar di jalur mandiri UNM sebanyak 6.936 orang, yang mengikuti tes potensi akademik 6.775 orang, jalur hafiz dan hafizah 33 peserta, sedangkan pada jalur berprestasi 155 orang.
Sementara hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 12 Juli mendatang. "Biasanya ada tarik ulur soal pengumuman jalur mandiri, sekarang sudah tidak, jadi semua sudah terjadwal," beber Prof Husain Syam.
Kendati demikian, mantan Dekan Fakultas Teknik UNM dua periode itu berujar bahwa pendaftar camaba tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya.
"Ini angka yang signifikan mengalami kenaikan, di tengah pandemi Covid-19 saja UNM masih sangat diminati oleh masyarakat. Kenapa? Karena kita memberikan layanan prima dan hak yang sama kepada semua," terangnya.
Sekadar diketahui, kuota jalur mandiri di UNM sebanyak 40 persen, hal itu sesuai dengan regulasi dan persetujuan oleh persatuan Rektor seluruh Indonesia.
Baca juga:Bicara di Sosper DPRD, Humas UNM Tekankan Pentingnya Pendidikan Bermutu
"Karena regulasi kita itu sudah dirumuskan bahwa jika jalur SNMPTN dan SBMPTN itu tidak diisi oleh yang sudah lolos, maka jalur mandiri bisa berpeluang sampai 45 persen," pungkasnya.
Adapun 10 besar program studi yang menjadi favorit dan diminati oleh calon mahasiswa yaitu, Manajemen, Psikologi, PGSD Makassar, Pendidikan Teknik Informatika, Akuntansi, Ilmu administrasi negara, Teknik komputer, Penjaskesrek, Ilmu hukum, Teknik Sipil dan Bangunan.
(luq)
Lihat Juga :