Kebutuhan Oksigen di Jawa Barat Melonjak, Ridwan Kamil Intruksikan BUMD Turun Tangan
Kamis, 08 Juli 2021 - 14:28 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat melakukan koordinasi terkait manajemen distribusi oksigen di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021). Foto/Humas Jabar
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginstruksikan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar turun tangan membantu memenuhi kebutuhan tabung oksigen seiring lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Barat. Ridwan Kamil meminta BUMD menyusun manajemen kebutuhan oksigen secara terstruktur, mulai dari menghitung kebutuhan dan kekurangan oksigen di Jabar, agar kebutuhan oksigen terpenuhi dan proses distribusi berjalan baik.
"Kami sudah menugaskan BUMD-BUMD Jabar, khususnya PT Migas Hulu Jabar dan PT Jasa Sarana sebagai Satuan Tugas (Satgas) Oksigen," kata Ridwan Kamil seusai melakukan koordinasi di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021).
Baca : Ridwan Kamil Minta BUMD Gotong Royong Atasi Lonjakan Kasus COVID-19
Dia pun menginstruksikan PT Migas Hulu Jabar untuk mencari produsen oksigen di sejumlah daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan oksigen, baik di rumah sakit maupun pusat isolasi non-rumah sakit.
"Tugas pertama adalah mencari sumbernya dalam bentuk CSR apa dibeli. Itu nanti kita bisa putuskan setelah sumber penghasil oksigennya ada dan kita lakukan manajemen pengiriman dengan baik," tuturnya.
Setelah menjalin kerja sama dengan produsen oksigen, lanjutnya, Pemprov Jabar akan mencari tempat pengisian ulang tabung oksigen. Rencananya, tempat pengisian oksigen akan menggunakan fasilitas milik TNI.
"Kami sudah menugaskan BUMD-BUMD Jabar, khususnya PT Migas Hulu Jabar dan PT Jasa Sarana sebagai Satuan Tugas (Satgas) Oksigen," kata Ridwan Kamil seusai melakukan koordinasi di Kantor PT Migas Hulu Jabar, Kota Bandung, Kamis (8/7/2021).
Baca : Ridwan Kamil Minta BUMD Gotong Royong Atasi Lonjakan Kasus COVID-19
Dia pun menginstruksikan PT Migas Hulu Jabar untuk mencari produsen oksigen di sejumlah daerah di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan oksigen, baik di rumah sakit maupun pusat isolasi non-rumah sakit.
"Tugas pertama adalah mencari sumbernya dalam bentuk CSR apa dibeli. Itu nanti kita bisa putuskan setelah sumber penghasil oksigennya ada dan kita lakukan manajemen pengiriman dengan baik," tuturnya.
Setelah menjalin kerja sama dengan produsen oksigen, lanjutnya, Pemprov Jabar akan mencari tempat pengisian ulang tabung oksigen. Rencananya, tempat pengisian oksigen akan menggunakan fasilitas milik TNI.
Lihat Juga :