Pemprov Jabar Belum Cairkan Insentif Tenaga Medis COVID-19
Rabu, 27 Mei 2020 - 11:48 WIB
loading...
A
A
A
Daud menegaskan, tenaga medis di Jabar berhak mendapatkan insentif yang lebih besar. Namun begitu, pihaknya sendiri masih menunggu besaran insentif yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun kabupaten/kota.
"Kalau misalnya dari nasional x rupiah, dari provinsi x (rupiah) tambah sekian, dari kabupaten x min, itu tentunya orang yang ada di Jabar tentunya berhak menerima yang x plus. Nah ini di nasional atau beberapa kabupaten ada yang belum membuat standar biayanya," tandasnya.
(Baca: Tangani Pasien Positif, Rapid Test 40 Nakes RSUD Cideres Negatif Corona)
Sebelumnya diberitakan Pemprov Jabar menjanjikan insentif kepada para tenaga kesehatan di Provinsi Jabar yang tengah berjuang menyembuhkan pasien COVID-19.
Daud mengatakan, besaran insentif yang diberikan nilainya bervariasi hingga Rp600.000 per harinya sesuai klasifikasi tugasnya masing-masing.
"Kalau misalnya dari nasional x rupiah, dari provinsi x (rupiah) tambah sekian, dari kabupaten x min, itu tentunya orang yang ada di Jabar tentunya berhak menerima yang x plus. Nah ini di nasional atau beberapa kabupaten ada yang belum membuat standar biayanya," tandasnya.
(Baca: Tangani Pasien Positif, Rapid Test 40 Nakes RSUD Cideres Negatif Corona)
Sebelumnya diberitakan Pemprov Jabar menjanjikan insentif kepada para tenaga kesehatan di Provinsi Jabar yang tengah berjuang menyembuhkan pasien COVID-19.
Daud mengatakan, besaran insentif yang diberikan nilainya bervariasi hingga Rp600.000 per harinya sesuai klasifikasi tugasnya masing-masing.
Lihat Juga :