Serangan COVID-19 Makin Membahayakan, Perayaan Idul Adha Wajib Prokes Ketat

Rabu, 07 Juli 2021 - 14:15 WIB
loading...
Serangan COVID-19 Makin...
Perayaan Idul Adha diwajibkan dengan protokol kesehatan ketat. hal ini untuk menghindari penularan COVID-19.Foto/dok
A A A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat mengeluarkan imbauan tegas menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah di tengah lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi saat ini.

Masyarakat diimbau menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam Perayaan Idul Aha, termasuk penyembelihan hewan kurban dan pembagiannya untuk menekan risiko paparan COVID-19.

Kepala Dinas Ketahahan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Jafar Ismail mengatakan, masyarakat pada umumnya menyembelih dan mengelola daging hewan kurban di halaman masjid, tanah lapang, halaman sekolah, maupun halaman kantor lembaga pemerintah dan swasta.

Baca juga: Jalanan di Bandung Ditutup Lebih Awal, Ini Komentar Beragam Netizen

"Tentunya, yang paling baik pemotongan dilakukan di RPH (rumah potong hewan). Pengecualian untuk keagamaan, maka pemotongan dimungkinkan di luar RPH, namun tetap harus patuhi kaidah kesehatan masyarakat dan hewan," tegas Jafar, Rabu (7/6/2021).

Menurut Jafar, penerapan prokes ketat saat proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban amat penting untuk mencegah munculnya klaster penularan COVID-19. Apalagi, kasus COVID-19 saat ini terus bertambah.

"Dari hasil evaluasi pelaksanaan kurban tahun 2020, tidak terjadi klaster kurban karena penerapan protokol kesehatan. Tapi, karena adanya peningkatan kasus COVID-19 yang cukup tinggi saat ini menyebabkan perayaan ibadah kurban jadi sangat berisiko. Karenanya, perlu pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat," tegasnya.

"Panduan dari Kementerian Pertanian melalui surat edaran tentang pelaksanaan kurban selama pandemi perlu diperhatikan, mulai dari proses penjualan, pemotongan, serta distribusinya harus memperhatikan jaga jarak, kesehatan awal," sambung Jafar.

Baca juga: Satpol PP Kota Bandung Tindak 47 Pelanggaran, Mayoritas Karaoke dan Tempat Makan

Selain mengimbau masyarakat menerapkan prokes ketat, Jafar melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, jumlah hewan kurban yang disembelih fluktuatif. Pada tahun 2018, jumlah hewan kurban tercatat 241.373 ekor dan tahun 2019 naik 37 persen menjadi 331.163 ekor.

"Pada tahun 2020, saat awal pandemi COVID-19, jumlah hewan kurban mengalami penurunan hingga 23,23 persen dibanding tahun 2019 atau 254.234 ekor, terdiri dari 76.292 ekor sapi, 590 ekor kerbau, 129.501 ekor domba dan 47.870 kambing," paparnya.

Jafar memprediksikan, untuk tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih akan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, DKPP Jabar akan mempersiapkan hewan kurban lebih banyak.

"Tahun ini berdasarkan survei di kabupaten/kota dan laporan dari daerah, diprediksi akan ada kenaikan sebanyak 2,7 persen jika dibanding tahun 2020. Sehingga, diperlukan penambahan hewan kurban, 78.303 ekor sapi, 662 ekor kerbau, 133.033 ekor domba, dan 49.176 ekor kambing," sebutnya.

Menurut Jafar, pemenuhan kebutuhan hewan kurban tahun ini sebagian besarnya dipasok para peternak lokal Jabar, sedangkan kekurangnnya akan dipenuhi dari provinsi lain.

"Seperti sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban, kita ambil dari para peternak dari luar Jabar, dari Jateng, DIY, Jatim serta NTT dan NTB," katanya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Semangat Berbagi Iduladha:...
Semangat Berbagi Iduladha: Belasan Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Karawang hingga Jakarta
Warga Paseban Apresiasi...
Warga Paseban Apresiasi Perayaan Iduladha Partai Perindo, Ada Cek Kesehatan Gratis hingga Warung Murah
Ikut Rayakan Iduladha...
Ikut Rayakan Iduladha Bareng Warga, HT Tegaskan Partai Perindo Hadir Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Iduladha 2026, Sahroni...
Iduladha 2026, Sahroni Salurkan 37 Ton untuk Puluhan Ribu Warga
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Menebar Kebaikan di...
Menebar Kebaikan di Hari Raya, Program TJSL InJourney Airports Sentuh Berbagai Wilayah Indonesia
Rekomendasi
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Berita Terkini
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved