Berpotensi Timbulkan Kerumunan, Fasilitas Umum di Makassar Bakal Ditutup
Selasa, 06 Juli 2021 - 15:04 WIB
loading...
Kawasan kuliner Lego-Lego, Center Point of Indonesia, Makassar beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Pemkot Makassar berencana menutup sejumlah fasilitas umum (fasum) di tengah laju pertumbuhan kasus Covid-19. Fasum tersebut dianggap berpotensi menimbulkan kerumunan.
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menuturkan, pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Makassar perlu disikapi. Aktivitas atau mobilitas masyarakat kembali harus dibatasi.
Baca juga:Pemkot Makassar Pertimbangkan Undur Pembelajaran Tatap Muka
Dia mengaku, kebijakan untuk menutup tempat atau fasilitas umum dilakukan jika pertumbuhan kasus Covid-19 di Makassar belum juga menunjukkan penurunan. Bahkan, aktivitas car free day pun secara tegas sudah ditiadakan.
“Kemungkinan besar, mulai dari car free day. Kan free day dilarang tapi masih ada saja kumpul-kumpul. Car free day (ditiadakan), termasuk Lego-Lego saya akan tutup,” papar Danny, Senin (5/7).
Menurut Danny, kawasan Lego-Lego di Center Point of Indonesia (CPI) hampir tiap ramai dikunjungi warga. Dikhawatirkan, keramaian itu bisa memicu penularan, belum lagi jika sudah melanggar protokol kesehatan .
Baca juga:Belum Dibenahi, Penyediaan Tanggul dan Pemecah Ombak Kepulauan Mendesak
"Kepadatan di sana (Lego-Lego) luar biasa sekali. Saya dapat laporan, suasana di sana walaupun massanya cukup cair, tapi tidak bisa dihalau orang yang interaksi cukup dekat," papar dia.
Area publik lainnya pun akan dipertimbangkan ditutup jika tempat itu justru berpotensi melanggar protokol kesehatan . Makanya, tempat-tempat yang bisa menimbulkan kerumunan harus ditekan.
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan "Danny" Pomanto menuturkan, pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Makassar perlu disikapi. Aktivitas atau mobilitas masyarakat kembali harus dibatasi.
Baca juga:Pemkot Makassar Pertimbangkan Undur Pembelajaran Tatap Muka
Dia mengaku, kebijakan untuk menutup tempat atau fasilitas umum dilakukan jika pertumbuhan kasus Covid-19 di Makassar belum juga menunjukkan penurunan. Bahkan, aktivitas car free day pun secara tegas sudah ditiadakan.
“Kemungkinan besar, mulai dari car free day. Kan free day dilarang tapi masih ada saja kumpul-kumpul. Car free day (ditiadakan), termasuk Lego-Lego saya akan tutup,” papar Danny, Senin (5/7).
Menurut Danny, kawasan Lego-Lego di Center Point of Indonesia (CPI) hampir tiap ramai dikunjungi warga. Dikhawatirkan, keramaian itu bisa memicu penularan, belum lagi jika sudah melanggar protokol kesehatan .
Baca juga:Belum Dibenahi, Penyediaan Tanggul dan Pemecah Ombak Kepulauan Mendesak
"Kepadatan di sana (Lego-Lego) luar biasa sekali. Saya dapat laporan, suasana di sana walaupun massanya cukup cair, tapi tidak bisa dihalau orang yang interaksi cukup dekat," papar dia.
Area publik lainnya pun akan dipertimbangkan ditutup jika tempat itu justru berpotensi melanggar protokol kesehatan . Makanya, tempat-tempat yang bisa menimbulkan kerumunan harus ditekan.
(luq)
Lihat Juga :