PPKM Darurat, Kota Bogor Krisis Tenaga Kesehatan untuk Tangani Pasien COVID-19
Selasa, 06 Juli 2021 - 03:01 WIB
loading...
A
A
A
"Hanya memang ini jumlah kecepatan kapasitas penambahan pasien dibandingkan dengan penambahan SDM dan ruangan tidak sebanding. Jadi masih banyak yang positif baru, terutama dari isoman," jelas Ilham.
Kondisi ini, kata dia memang belum ideal. Seharusnya, satu perawat menangani enam pasien. Apalagi, penanganan pasien COVID-19 lebih berat karena harus menggunakan baju hazmat.
Saat ini, satu perawat melakukan penanganan untuk 15 pasien. Selain itu, kata Ilham, memang kondisi seperti saat ini mengharuskan RSUD meningkatkan kapasitas. (Baca juga; Tambah 562 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Bima Arya: Kota Bogor Darurat )
"Kalau SDM kita naikkan dengan kontingensi. Jadi yang rawat inap kita kurangi. Mau tidak mau sekarang hanya tersisa 56 (nakes) untuk rawat umum non-COVID-19. Nanti kita target menjadi 341 tenaga kesehatan untuk COVID-19. Kita bertahap dulu," beber Ilham.
Kondisi ini, kata dia memang belum ideal. Seharusnya, satu perawat menangani enam pasien. Apalagi, penanganan pasien COVID-19 lebih berat karena harus menggunakan baju hazmat.
Saat ini, satu perawat melakukan penanganan untuk 15 pasien. Selain itu, kata Ilham, memang kondisi seperti saat ini mengharuskan RSUD meningkatkan kapasitas. (Baca juga; Tambah 562 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Bima Arya: Kota Bogor Darurat )
"Kalau SDM kita naikkan dengan kontingensi. Jadi yang rawat inap kita kurangi. Mau tidak mau sekarang hanya tersisa 56 (nakes) untuk rawat umum non-COVID-19. Nanti kita target menjadi 341 tenaga kesehatan untuk COVID-19. Kita bertahap dulu," beber Ilham.
(wib)
Lihat Juga :