Ombudsman Terima 246 Pengaduan pada Semester I Tahun 2021
Senin, 05 Juli 2021 - 11:40 WIB
loading...
Ombudsman RI Perwakilan Aceh selaku lembaga negara yang berfungsi mengawasi pelayanan publik, sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2021 telah menerima pengaduan masyarakat sebanyak 246 laporan. Foto SINDOnews
A
A
A
BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh selaku lembaga negara yang berfungsi mengawasi pelayanan publik, sejak 1 Januari hingga 30 Juni 2021 telah menerima pengaduan masyarakat sebanyak 246 laporan.
Hal tersebut disampaikan Dr Taqwaddin Husin, Kepala Ombudsman Aceh yang didampingi oleh Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ilyas Isti pada Senin (5/7) kepada awak media. Baca juga: Usai Temui Ombudsman, Pimpinan KPK Ungkap Sejumlah Data Terkait TWK
Berdasarkan data yang disampaikan, dari 246 laporan yang masuk ke Ombudsman, substansi yang paling banyak dikeluhkan oleh publik yaitu terkait agraria atau pertanahan.
Posisi selanjutnya yaitu kepegawaian dan pedesaan yang juga menjadi permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat kepada Ombudsman. "Berjalan enam bulan tahun ini, sudah sebanyak 246 laporan yang masuk ke data kami" sebut Taqwaddin.
"Substansi yang paling banyak dikeluhkan yaitu terkait agraria atau pertanahan, selanjutnya masalah kepegawaian, dan posisi ketiga yaitu masalah desa" tambah Taqwaddin.
Walaupun di masa pandemi, lanjut Taqwaddin, masyarakat lebih banyak yang datang membuat laporan ataupun konsultasi secara langsung. Pastinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Masyarakat lebih banyak yang datang secara langsung, mungkin supaya yang disampaikan lebih jelas dan rinci" sambungnya lagi.
Pihaknya mengatakan bahwa sudah menyelesaikan laporan sekitar 89 persen, sekitar 21 persen lagi sedang dalam proses tim pemeriksaan. Baca juga: Klarifikasi Polemik TWK, Pimpinan KPK Sambangi Ombudsman
Hal tersebut disampaikan Dr Taqwaddin Husin, Kepala Ombudsman Aceh yang didampingi oleh Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ilyas Isti pada Senin (5/7) kepada awak media. Baca juga: Usai Temui Ombudsman, Pimpinan KPK Ungkap Sejumlah Data Terkait TWK
Berdasarkan data yang disampaikan, dari 246 laporan yang masuk ke Ombudsman, substansi yang paling banyak dikeluhkan oleh publik yaitu terkait agraria atau pertanahan.
Posisi selanjutnya yaitu kepegawaian dan pedesaan yang juga menjadi permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat kepada Ombudsman. "Berjalan enam bulan tahun ini, sudah sebanyak 246 laporan yang masuk ke data kami" sebut Taqwaddin.
"Substansi yang paling banyak dikeluhkan yaitu terkait agraria atau pertanahan, selanjutnya masalah kepegawaian, dan posisi ketiga yaitu masalah desa" tambah Taqwaddin.
Walaupun di masa pandemi, lanjut Taqwaddin, masyarakat lebih banyak yang datang membuat laporan ataupun konsultasi secara langsung. Pastinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. "Masyarakat lebih banyak yang datang secara langsung, mungkin supaya yang disampaikan lebih jelas dan rinci" sambungnya lagi.
Pihaknya mengatakan bahwa sudah menyelesaikan laporan sekitar 89 persen, sekitar 21 persen lagi sedang dalam proses tim pemeriksaan. Baca juga: Klarifikasi Polemik TWK, Pimpinan KPK Sambangi Ombudsman
Lihat Juga :