Jawa Timur Darurat COVID-19, Sehari Bertambah 1.203 Kasus
Kamis, 01 Juli 2021 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Dr Windhu Purnomo mengatakan, penularan kasus COVID-19 di Jatim sudah cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, kemungkinan karena ada varian baru, yakni varian Delta asal India. "Virus ini penularanya sangat cepat," ujarnya.
Pihaknya memberi sejumlah rekomendasi untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Pertama, mencegah melalui upaya primodial atau promosi. Seperti sosialisasi dalam berbagai bentuk kegiatan dan konten, agar masyarakat mau berperilaku aman bagi dirinya dan orang lain.
Kedua, dengan cara primer. Yakni membuat masyarakat melaksanakan 3M (Memakai MAsker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak). Ketiga, melakukan pencegahan skunder, yang sifatnya kuratif. Baca juga: Mencemaskan Bangkalan Zona Merah COVID-19, Penambahan Kasusnya Tertinggi di Jatim
Menurut Windhu, kuratif awal adalah deteksi dini atau tracing. Hal ini agar seseorang yang terdeteksi dini untuk melakukan isolasi agar tidak menularkan virus ke orang lain. "Maka perlu ada karantina wilayah atau PPKM yang membuat orang tetap di rumah," tandasnya.
Pihaknya memberi sejumlah rekomendasi untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Pertama, mencegah melalui upaya primodial atau promosi. Seperti sosialisasi dalam berbagai bentuk kegiatan dan konten, agar masyarakat mau berperilaku aman bagi dirinya dan orang lain.
Kedua, dengan cara primer. Yakni membuat masyarakat melaksanakan 3M (Memakai MAsker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak). Ketiga, melakukan pencegahan skunder, yang sifatnya kuratif. Baca juga: Mencemaskan Bangkalan Zona Merah COVID-19, Penambahan Kasusnya Tertinggi di Jatim
Menurut Windhu, kuratif awal adalah deteksi dini atau tracing. Hal ini agar seseorang yang terdeteksi dini untuk melakukan isolasi agar tidak menularkan virus ke orang lain. "Maka perlu ada karantina wilayah atau PPKM yang membuat orang tetap di rumah," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :