Tokoh Adat Ondo Papua Tegaskan NKRI Harga Mati, Jangan Dikorek-korek Lagi

Rabu, 30 Juni 2021 - 21:34 WIB
loading...
Tokoh Adat Ondo Papua...
5 Tokoh Adat Ondo Papua menegaskan NKRI harga mati, dalam pernyataan bersama di Pendopo / Obhe Suku Sereh Sentani, Rabu (30/6/2021) sore. Foto: MPI/Edy Siswanto
A A A
JAYAPURA - Para tokoh adat Tabi dan perwakilan Tokoh Pegunungan Tengah Papua tegas menyebut bahwa 1 Juli merupakan Hari Bhayangkara bukan Hari Papua Merdeka. Mereka juga kembali menegaskan bahwa Papua masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ).

Pernyataan bersama tersebut dilakukan di Pendopo / Obhe Suku Sereh Sentani Rabu (30/6) sore, dihadiri lima tokoh adat, yakni Ondoafi besar Kabupaten Keerom, Herman Yoku, Ondofolo Sentani, Yanto Ohee, Tokoh adat Pegunungan Tengah Papua Sem Kogoya, Ondo Max Ohee, anak pejuang Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) tahun 1969 dan tokoh muda Papua Ali Kabiay.

Baca juga: Tokoh Adat Papua Tegaskan 1 Juli Bukan HUT Papua Merdeka Tokoh Adat Papua Tegaskan 1 Juli Bukan HUT Papua Merdeka

Ondofolo Yanto Ohee sekaligus sebagai anak dari pejuang Papua Merdeka era tahun 90-an They H Eluay, menjelaskan, soal status Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Papua sudah final berintegarasi dengan NKRI, jadi jangan ada lagi yang mencoba mengorek-ngorek persoalan ini. Pepera 1969 membuktikan bahwa keterwakilan adat saat itu mendukung integrasi Papua dalam NKRI,"katanya.

Sementara, Sem Kogoya selaku perwakilan Tokoh Pegunungan Tengaj Papua juga meminta aparat tegas dalam memberantas Kelompok Selaratis Bersenjata.

“1 Juli adalah HUT Bhyangkara, bukan OPM. NKRI ini harga mati, jadi jangan terprovokasi kelompok sparatis ini. Tidak ada ruang untuk kelompok Separatis Teroris di Papua. Papua harus aman, karena PON XX sudah di depan mata,” pungkasnya.

Baca juga: Situasi Mencekam, Polda Papua Kirim 2 Satuan Setingkat Kompi Pasukan ke Yalimo

Sementara itu, Ali Kabiay yang membacakan pernyataan sikap, pra tokoh yang juga tergabung dalam Barisan Merah Putih ini menyampaikan 9 poin terkait situasi Kamtibmas di Papua.

“Tanggal 1 Juli adalah HUT Bhayangkara dan bukan HUT Papua Merdeka. Sekitar 80 aksi teror dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris selama 2021. Jadi mereka ini sudah sangat pantas disebut teroris,” tegas Ali

Menolak segala kegiatan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris pada 1 Juli. Kelompok ini sengaja menebar teror kepada masyarakat termasuk agenda 1 Juli yang selalu digaungkan sebagai HUT Papua Merdeka.

“Kami menolak itu, aksi-aksi yang dilakukan kelompok Separatis Teroris ini, masyarakat harus turut menjaga Kamtibmas, sehingga Papua menjadi aman dan damai, terlebih jelang PON XX Tahun 2021,"kata Ali membacakan surat pernyataan berasama itu.

Baca juga: Kantor KPU dan Bawaslu Yalimo Dibakar, Jhon Wilil: Putusan MK Konyol, Bisa Perang Suku

Selanjutnya adalah soal audit dana Otsus. Pihaknya meminta dan mendukung aparat untuk melakukan penindakan hukum yang terarah dan terukur terhadap Kelompok Separatis Teroris di Papua, termasuk kelompok yang berafiliasi.

“Kami mendukung penindakan tegas aparat terhadap TPN -OPM yang telah meneror warga hingga jatuhnya korban jiwa baik dikalangan warga maupun aparat TNI-Polri,"katanya.

Selanjutnya soal kondisi Yalimo. Pihaknya meminta semua warga utamanya warga Yalimo untuk menahan diri dan tidak terprovokasi hal yang menperkeruh suasana. “Jangan terprovokasi, gunakan jalur yang ada agar tidak ada yang dirugikan," tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Berita Terkini
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rusak Ruko hingga Pamer...
Rusak Ruko hingga Pamer Airsoft Gun di Jakut, Selebgram Adam Deni Ditangkap Polisi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Infografis
Wow! Harga Emas Antam...
Wow! Harga Emas Antam Terbang Lagi Melambung Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved