Kantor KPU dan Bawaslu Yalimo Dibakar, Jhon Wilil: Putusan MK Konyol, Bisa Perang Suku
Selasa, 29 Juni 2021 - 18:13 WIB
loading...
Kantor KPU dan Bawaslu serta perkantoran pemerintah lainnya dibakar massa yang kecewa dengan putusan MK. Foto/iNews TV/Omega Batkorumbawa
A
A
A
YALIMO - Calon Wakil Bupati Yalimo, John Wilil menilai Mahkamah Konstitusi (MK) salah kamar terkait putusan PHPU yang diajukan rivalnya, Lakius Peyon-Nahum Mabel.
Baca juga: Amuk Massa, Kantor KPU dan Bawaslu Yalimo Papua Ludes Dibakar
John Wilil yang merupakan pasangan Erdi Dabi pada Pilkada Yalimomenyebut Keputusan MK hari ini bukan menyangkut pelanggatan Pilkada, tetapi kepada pidana.
Baca juga: Penunjukan Plh Gubernur Papua Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemendagri
“MK bukan urus pidana tapi urus perkara. Apalagi pasangan saya (Erdi Dabi) sudah diputuskan bebas dari tuntutan hukum. Bahkan sudah menjalani penahanan selama 4 bulan,” kata John saat dihubungi Selasa (29/06/2021) sore.
![Kantor KPU dan Bawaslu Yalimo Dibakar, Jhon Wilil: Putusan MK Konyol, Bisa Perang Suku]()
Pasangan Calon Bupati Yalimo Papua,John Wilil-Erdi Dabi.Foto/iNews TV/Omega Batkorumbawa
John pun menyebut MK terlalu konyol melihat masalah tersebut. Hingga akhirnya membuat masalah baru yakni pertikaian dan perang suku antar masyarakat di Kabupaten Yalimo. “Kamis, saya akan ketemu Wakil Presiden di Jakarta,” tegasnya.
Baca juga: Amuk Massa, Kantor KPU dan Bawaslu Yalimo Papua Ludes Dibakar
John Wilil yang merupakan pasangan Erdi Dabi pada Pilkada Yalimomenyebut Keputusan MK hari ini bukan menyangkut pelanggatan Pilkada, tetapi kepada pidana.
Baca juga: Penunjukan Plh Gubernur Papua Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemendagri
“MK bukan urus pidana tapi urus perkara. Apalagi pasangan saya (Erdi Dabi) sudah diputuskan bebas dari tuntutan hukum. Bahkan sudah menjalani penahanan selama 4 bulan,” kata John saat dihubungi Selasa (29/06/2021) sore.

Pasangan Calon Bupati Yalimo Papua,John Wilil-Erdi Dabi.Foto/iNews TV/Omega Batkorumbawa
John pun menyebut MK terlalu konyol melihat masalah tersebut. Hingga akhirnya membuat masalah baru yakni pertikaian dan perang suku antar masyarakat di Kabupaten Yalimo. “Kamis, saya akan ketemu Wakil Presiden di Jakarta,” tegasnya.
Lihat Juga :