Sampah Plastik Selama Pandemi COVID-19 Naik, Perubahan Perilaku Masyarakat Penyebabnya
Rabu, 30 Juni 2021 - 16:52 WIB
loading...
Lektor Kepala Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Emenda Sembiring (paling kanan) saat menjadi narasumber diskusi dalam rangka pembukaan pabrik pengolahan limbah botol air mineral kerjasama Danone dengan PT. Veolia Services Indonesia secara virtual.
A
A
A
SURABAYA - Pemakaian plastik selama masa pandemi COVID-19 lebih tinggi dibanding sebelum pandemi. Penyebabnya adalah perubahan perilaku masyarakat yang lebih banyak di rumah daripada aktivitas di luar. Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama yang dikonsumsi menggunakan plastik.
Fakta tersebut disampaikan Lektor Kepala Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Emenda Sembiring saat pembukaan pabrik pengolahan limbah botol air mineral kerjasama Danone-AQUA dengan PT. Veolia Services Indonesia secara virtual, Rabu (30/6/2021).
"Sebelum pandemi, sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 160 gram. Saat pandemi mencapai 240 gram per hari per orang," ujar Emenda menyampaikan hasil penelitiannya.
Baca juga: Serangan COVID-19 Menggila, Wagub Emil Dardak Ungkap Ada 472 Klaster di Jatim
Menurut Emenda, dari jumlah itu untuk pemakaian sampah plastik juga mengalami peningkatan dari 43 gram menjadi 55 gram per orang per hari.
“Memang ada perubahan perilaku bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari itu. Ternyata banyak yang menggunakan plastik. Beli makanan pesan antar ya pakai plastik. Semua pakai plastik,” bebernya.
Fakta tersebut disampaikan Lektor Kepala Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Emenda Sembiring saat pembukaan pabrik pengolahan limbah botol air mineral kerjasama Danone-AQUA dengan PT. Veolia Services Indonesia secara virtual, Rabu (30/6/2021).
"Sebelum pandemi, sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 160 gram. Saat pandemi mencapai 240 gram per hari per orang," ujar Emenda menyampaikan hasil penelitiannya.
Baca juga: Serangan COVID-19 Menggila, Wagub Emil Dardak Ungkap Ada 472 Klaster di Jatim
Menurut Emenda, dari jumlah itu untuk pemakaian sampah plastik juga mengalami peningkatan dari 43 gram menjadi 55 gram per orang per hari.
“Memang ada perubahan perilaku bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari itu. Ternyata banyak yang menggunakan plastik. Beli makanan pesan antar ya pakai plastik. Semua pakai plastik,” bebernya.
Lihat Juga :