Rumah Sakit Penuh, Pasien Isolasi Mandiri di Ciputat Akhirnya Meninggal Dunia
Senin, 28 Juni 2021 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum meninggal MU mengalami gejala sesak nafas berat. Keterbatasan ruang perawatan Covid di rumah sakit membuat pihak keluarga merawat di rumah. Rasa sesak nafas bertambah parah hingga pada dini hari nyawa MU tak tertolong.
Baca juga: 8.348 Warga Jakarta Positif Corona, 327 Kasus Menimpa Balita
"Nggak sempat dirawat, anaknya kan di ruang UGD aja waktu di rumah sakit penuh. Jadi ibunya bawa pulang, anaknya juga punya keterbatasan mental. Terus malam-malam tambah parah. Kalau keluarga yang lainnya tanpa gejala," kata Muslim.
Penyebaran Covid cukup masif di Sawah Baru, Ciputat, baru-baru ini. Hampir semua lingkungan RW di wilayahnya terdapat warga yang terpapar Covid. Sebagian besarnya menjalani isolasi mandiri di rumah. "Di sini banyak sekali. Kalau bicara RW hampir semua RW sudah terpapar Covid," ungkapnya.
Tingginya penyebaran Covid di wilayahnya, salah satunya disebabkan kesadaran warga yang masih rendah untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia mencontohkan kegiatan yang memicu kerumunan masih saja berlangsung seperti menggelar hajatan pernikahan.
"Di kampung-kampung itu pak berkerumun itu udah susah dihindari. Kesadaran itu yang masih kurang. Saya sudah mengimbau agar kegiatan yang mengundang kerumunan dihentikan dulu," ujarnya.
Baca juga: 8.348 Warga Jakarta Positif Corona, 327 Kasus Menimpa Balita
"Nggak sempat dirawat, anaknya kan di ruang UGD aja waktu di rumah sakit penuh. Jadi ibunya bawa pulang, anaknya juga punya keterbatasan mental. Terus malam-malam tambah parah. Kalau keluarga yang lainnya tanpa gejala," kata Muslim.
Penyebaran Covid cukup masif di Sawah Baru, Ciputat, baru-baru ini. Hampir semua lingkungan RW di wilayahnya terdapat warga yang terpapar Covid. Sebagian besarnya menjalani isolasi mandiri di rumah. "Di sini banyak sekali. Kalau bicara RW hampir semua RW sudah terpapar Covid," ungkapnya.
Tingginya penyebaran Covid di wilayahnya, salah satunya disebabkan kesadaran warga yang masih rendah untuk mematuhi protokol kesehatan. Dia mencontohkan kegiatan yang memicu kerumunan masih saja berlangsung seperti menggelar hajatan pernikahan.
"Di kampung-kampung itu pak berkerumun itu udah susah dihindari. Kesadaran itu yang masih kurang. Saya sudah mengimbau agar kegiatan yang mengundang kerumunan dihentikan dulu," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :