Dewan Kantongi Nama Oknum Pelaku Jual Beli Tanda Tangan di Disdik

Senin, 28 Juni 2021 - 07:53 WIB
loading...
Dewan Kantongi Nama...
Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menemui titik terang. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menemui titik terang. Oknum pelaku jual beli tanda tangan untuk pengurusan kenaikan pangkat ASN Disdik Makassar bahkan sudah dikantongi panitia khusus (pansus) di Komisi D DPRD Makassar.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar , Abdul Wahab Tahir mengatakan penyelidikan atas dugaan pungli di Disdik Makassar belum final. Disetop sementara. Meski begitu, pihaknya mengaku sudah mendapat informasi terkait oknum yang melakukan jual beli tanda tangan untuk pengurusan kenaikan pangkat.

Modusnya, kata Wahab, oknum tersebut bertindak sebagai atas nama dan mengumpulkan semua ASN Disdik Makassar yang ingin melakukan pengurusan kenaikan pangkat.

"Setelah itu, oknum tersebut bertindak atas nama seolah-olah memberitahukan bahwa ada biaya jasa dan layanan dalam setiap pengurusan kenaikan pangkat. Besarannya antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta per orang," kata Wahab, Minggu (27/6/2021).

Baca Juga: Praktik Jual Beli Tanda Tangan, Nama Pejabat Disdik Makassar Diduga Dicatut

Meski begitu, Wahab belum mau membeberkan nama-nama dimaksud. Termasuk status jabatan oknum tersebut. Jelasnya, kata dia, pihaknya sudah mendapatkan data jumlah ASN Disdik Makassar yang mengurus kenaikan pangkat selama periode 2019 hingga 2021.

"Hampir semua mengatakan mereka dibebani biaya antara Rp2 juta sampai Rp2,5 juta. Dipungut oleh si-ini dan si-ini. Mereka ini (oknum pelaku) sementara akan kita panggil. Tapi kami tidak mau sampaikan namanya, tapi kita sudah tahu modusnya," tegas dia.

Informasi awal yang dia terima, belum ada satu pun ASN Disdik Makassar mengurus tapi sudah naik pangkat. Padahal, mereka telah membayar sesuai nominal yang ditetapkan oknum tersebut.

"Jadi ini luar iasanya, mereka sudah keluar biaya tapi sampai hari ini mereka belum naik pangkat," papar Wahab.

Dia pun mengaku belum melanjutkan penyelidikan dugaan pungli di Disdik Makassar lantaran tidak ingin mengganggu jalannya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ). Sehingga pihak pansus memilih untuk menunda terlebih dulu penyelidikan kasus dugaan pungli di Disdik Makassar.

Baca Juga: Dewan Telusuri Praktik Jual Beli Tanda Tangan di Disdik Makassar

"Dihentikan sementara karena kita fokus, kita juga tidak bisa mengganggu Disdik Makassar dengan memanggil mereka, karena dalam persiapan PPDB sehingga kita tidak mau ada gangguan. Karena gangguan PPDB itu memicu terjadinya kekacauan sehingga kita tidak mau memanggil, baik Disdik Makassar, kepala sekolah, K3S. Kami tidak mau panggil," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar, Saharuddin Sahid mengaku belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan di Bidang Pengembangan dan Pendidikan Dasar. Alasannya, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Terkait informasi dan jumlah orang yang diperiksa belum bisa kita sampaikan karena pemeriksaan masih berjalan," ujar Saharuddin Sahid.

Meski sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak termasuk Kepala Bidang Pengembangan dan Pendidikan Dasar Disdik Makassar Ahmad Hidayat, legislator PAN itu belum bisa memberikan asumsi apapun.

Namun dia memastikan akan memeriksa semua pihak yang diduga terlibat. Tidak hanya pejabat Disdik Makassar, tetapi juga staf hingga pihak ketiga dalam hal ini vendor. Termasuk pula kepala sekolah.

"Kami belum bisa memberikan asumsi terkait hal-hal yang terjadi di Disdik. Karena panitia ini dibentuk khusus untuk menyelidiki atau meneliti sebuah kasus yang sedang berjalan, sedangkan rekomendasinya belum kita putuskan," tandas dia.

Baca Juga: Disdik Makassar Pastikan Sekolah Tatap Muka Digelar Juli
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Faktor Ekonomi Dominasi...
Faktor Ekonomi Dominasi Anak di Makassar Tidak Sekolah
Disdik Makassar Agendakan...
Disdik Makassar Agendakan Asesmen Kepala Sekolah Dimulai Pekan Depan
Jelang TPN 9, Kadis...
Jelang TPN 9, Kadis Pendidikan Makassar Serukan Merdeka Belajar di Ruang Kelas
Rekomendasi
Projo Ungkap Pesan Jokowi...
Projo Ungkap Pesan Jokowi di Kasus Roy Suryo dan Dokter Tifa, Apa Itu?
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Berita Terkini
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
Infografis
Di Tengah Genosida,...
Di Tengah Genosida, Pelaku Bisnis Israel-AS Bahas Megaproyek Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved