WBP Rutan Makassar Beradu Kemampuan di Panggung Seni Peringatan HANI
Jum'at, 25 Juni 2021 - 18:15 WIB
loading...
Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Makassar saat tampil di panggung seni peringatan HANI, Jumat (25/6). Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas 1 Makassar yang tengah menjalani rehabilitasi, berpentas seni dalam rangka hari anti narkotika internasional (HANI), Jumat (25/6).
Pagelaran seni ini dilakukan di lapangan Rutan Kelas 1 Makassar . Ada ratusan WBP yang memadati area kegiatan disaksikan tamu undangan dari BNNP Sulsel , Kanwil Kemenkumham Sulsel, dan stakeholder lain.
Baca juga:Warga Binaan Manfaatkan Lahan Kosong Rutan Makassar Tanam Kangkung
Kepala Rutan Kelas I Makassar , Sulistyadi menerangkan, kegiatan ini merupakan perwujudan dari proses rehabilitasi. "Jadi bukan hanya bisa sembuh dan pulih dari narkoba, tapi juga bisa berkarya," ungkapnya usai acara.
Dia bilang, ada 200 orang WBP menjalani rehabilitasi medis sesuai dengan anggaran DIPA Tahun 2021. Mereka ditempatkan khusus di blok Andi Djemma Rutan Kelas 1 Makassar .
"Rehabilitasinya dimulai dengan asesmen dan konseling di bulan Januari dan dilanjutkan dengan terapi medis. Nanti akhir Juli dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi disertai keterampilan. Jadi kami terus kembangkan bakat dan minat para warga binaan," ungkap Sulistyadi.
Baca juga:Penyebab Kebakaran di Rutas Kelas 1 Makassar Terus Diusut
Penampilan seni WBP Rutan ini mulai yel yel anti narkoba, modern dance, teatrikal drama dengan tema war on drugs, stand up comedy, musikalisasi puisi dan musik band.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto mengaku bangga dengan pentas seni para WBP Rutan Kelas 1 Makassar . Dia bilang, semangat memerangi narkoba tergambar di kegiatan ini.
"Saya berharap program rehabilitasi medis ini memberikan hasil yang luar biasa. Mereka bisa benar-benar pulih sehingga setelah bebas nanti bisa aktif dan produktif di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca juga:Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rutan Kelas I Makassar Terbakar
Kepala BNNP Sulsel , Brigjen Pol Ghiri Prawijaya menambahkan kegiatan ini adalah bukti dari tekad bersama, bersinergi untuk memerangi narkoba dan mewujudkan Indonesia bersinar atau bersih dari narkotika.
"Terima kasih untuk Rutan Makassar yang telah dan terus menempa mereka. Warga binaan bukanlah orang yang terbuang dan tidak berguna, tapi orang terdidik yang siap ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Lebih lanjut Giri menganalogikan bahwa sembuh dari narkoba ibarat memupuk sebuah pohon. Pupuk tugasnya untuk menyuburkan dan kemudian pohonlah yang akan tumbuh dan menghasilkan buahnya.
Baca juga:Anjing Pelacak Disiagakan di Rutan Makassar untuk Cegah Peredaran Narkoba
"Kami hanya memberikan tindakan, bukan kami yang menyembuhkan, tapi saudara sendiri. Jadi kuncinya ada pada niat saudara, miliki niat yang ikhlas, sejuk, karena saya percaya apa yang kalian tabur itu yang akan saudara tuai. Sehingga setelah keluar dari sini akan lebih baik lagi," ujarnya memotivasi peserta rehab medis Rutan Makassar .
Pembukaan kegiatan diawali dengan pemberian piagam penghargaan dan cenderamata berupa lukisan hasil karya warga binaan kepada Kepala BNNP Sulsel , Kepala Rehabilitasi Narkotika Baddoka dan Ketua IKAI Sulsel yang dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan Sidak periode bulan Maret sampai Juni tahun 2021.
Pagelaran seni ini dilakukan di lapangan Rutan Kelas 1 Makassar . Ada ratusan WBP yang memadati area kegiatan disaksikan tamu undangan dari BNNP Sulsel , Kanwil Kemenkumham Sulsel, dan stakeholder lain.
Baca juga:Warga Binaan Manfaatkan Lahan Kosong Rutan Makassar Tanam Kangkung
Kepala Rutan Kelas I Makassar , Sulistyadi menerangkan, kegiatan ini merupakan perwujudan dari proses rehabilitasi. "Jadi bukan hanya bisa sembuh dan pulih dari narkoba, tapi juga bisa berkarya," ungkapnya usai acara.
Dia bilang, ada 200 orang WBP menjalani rehabilitasi medis sesuai dengan anggaran DIPA Tahun 2021. Mereka ditempatkan khusus di blok Andi Djemma Rutan Kelas 1 Makassar .
"Rehabilitasinya dimulai dengan asesmen dan konseling di bulan Januari dan dilanjutkan dengan terapi medis. Nanti akhir Juli dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi disertai keterampilan. Jadi kami terus kembangkan bakat dan minat para warga binaan," ungkap Sulistyadi.
Baca juga:Penyebab Kebakaran di Rutas Kelas 1 Makassar Terus Diusut
Penampilan seni WBP Rutan ini mulai yel yel anti narkoba, modern dance, teatrikal drama dengan tema war on drugs, stand up comedy, musikalisasi puisi dan musik band.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto mengaku bangga dengan pentas seni para WBP Rutan Kelas 1 Makassar . Dia bilang, semangat memerangi narkoba tergambar di kegiatan ini.
"Saya berharap program rehabilitasi medis ini memberikan hasil yang luar biasa. Mereka bisa benar-benar pulih sehingga setelah bebas nanti bisa aktif dan produktif di tengah masyarakat," ujarnya.
Baca juga:Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rutan Kelas I Makassar Terbakar
Kepala BNNP Sulsel , Brigjen Pol Ghiri Prawijaya menambahkan kegiatan ini adalah bukti dari tekad bersama, bersinergi untuk memerangi narkoba dan mewujudkan Indonesia bersinar atau bersih dari narkotika.
"Terima kasih untuk Rutan Makassar yang telah dan terus menempa mereka. Warga binaan bukanlah orang yang terbuang dan tidak berguna, tapi orang terdidik yang siap ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.
Lebih lanjut Giri menganalogikan bahwa sembuh dari narkoba ibarat memupuk sebuah pohon. Pupuk tugasnya untuk menyuburkan dan kemudian pohonlah yang akan tumbuh dan menghasilkan buahnya.
Baca juga:Anjing Pelacak Disiagakan di Rutan Makassar untuk Cegah Peredaran Narkoba
"Kami hanya memberikan tindakan, bukan kami yang menyembuhkan, tapi saudara sendiri. Jadi kuncinya ada pada niat saudara, miliki niat yang ikhlas, sejuk, karena saya percaya apa yang kalian tabur itu yang akan saudara tuai. Sehingga setelah keluar dari sini akan lebih baik lagi," ujarnya memotivasi peserta rehab medis Rutan Makassar .
Pembukaan kegiatan diawali dengan pemberian piagam penghargaan dan cenderamata berupa lukisan hasil karya warga binaan kepada Kepala BNNP Sulsel , Kepala Rehabilitasi Narkotika Baddoka dan Ketua IKAI Sulsel yang dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil penggeledahan Sidak periode bulan Maret sampai Juni tahun 2021.
(luq)
Lihat Juga :