Hanya untuk Kepentingan Kelompok Kecil, F-PDIP DKI Setuju Pembongkaran Jalur Sepeda Permanen
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:20 WIB
loading...
Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendukung sikap Kapolri yang setuju tentang pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-MH Thamrin.Foto/Istimewa/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendukung sikap Kapolri yang setuju tentang pembongkaran jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-MH Thamrin. F-PDIP mengaku selama ini Pemprov DKI tidak berkoordinasi terkait pembangunan jalur tersebut.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan, soal jalur sepeda permanen di kawasan Sudirman-Thamrin pihak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum pernah menyampaikan kepada pihak DPRD DKI.
"Selama perencanaan pembuatan jalur sepeda, kita tidak pernah diajak bicara mengenai itu. awalnya kita tidak tahu bahwa jalur permanen itu mau dibikin. Karena dananya diambil dari dana CSR bukan APBD. Cuman, periode Gubernur yang lalu, dana CSR digunakan untuk bikin rusun, jembatan semanggi. tapi ini digunakan untuk bikin jalur sepeda permanen sama tugu sepeda," kata Gilbert kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).
Gilbert menilai, pembuatan jalur sepeda permanen itu tanpa perencanaan yang matang. Anies, kata Gilbert, hanya mengutamakan kepentingan sebagian kecil kelompok. Baca: Kapolri Setuju Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin Dibongkar
"Ini menurut saya tanpa kajian, karena memang bukan kebutuhan masyarakat tapi kebutuhan sekelompok orang. Jadilah ini kemudian mengundang masalah ada korban (kecelakaan)," ujar Gilbert. Oleh sebab itu, pihaknya mendukung sikap Kapolri yang setuju tentang pembongkaran jalur sepeda permanen.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mengatakan, soal jalur sepeda permanen di kawasan Sudirman-Thamrin pihak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum pernah menyampaikan kepada pihak DPRD DKI.
"Selama perencanaan pembuatan jalur sepeda, kita tidak pernah diajak bicara mengenai itu. awalnya kita tidak tahu bahwa jalur permanen itu mau dibikin. Karena dananya diambil dari dana CSR bukan APBD. Cuman, periode Gubernur yang lalu, dana CSR digunakan untuk bikin rusun, jembatan semanggi. tapi ini digunakan untuk bikin jalur sepeda permanen sama tugu sepeda," kata Gilbert kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).
Gilbert menilai, pembuatan jalur sepeda permanen itu tanpa perencanaan yang matang. Anies, kata Gilbert, hanya mengutamakan kepentingan sebagian kecil kelompok. Baca: Kapolri Setuju Jalur Sepeda Permanen di Sudirman-Thamrin Dibongkar
"Ini menurut saya tanpa kajian, karena memang bukan kebutuhan masyarakat tapi kebutuhan sekelompok orang. Jadilah ini kemudian mengundang masalah ada korban (kecelakaan)," ujar Gilbert. Oleh sebab itu, pihaknya mendukung sikap Kapolri yang setuju tentang pembongkaran jalur sepeda permanen.
Lihat Juga :