Tidak Libatkan Masyarakat, Rapid Test Covid-19 di Tangsel Dikeluhkan Warga
Senin, 20 April 2020 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Apendi, target pemeriksaan dua kelurahan itu adalah 350 orang. Hingga pukul 11.49 WIB, sudah ada 135 orang yang melakukan pemeriksaan rapid test Covid-19.
Di tempat yang sama, Lurah Pondok Aren Romi Amirudin, tampak sinis saat ditanya mengapa masyarakat tidak dilibatkan dalam rapid test ini. Dia pun meminta bertanya kepada petugas puskesmas yang melakukan pemeriksaan.
"Petugasnya dari Puskesmas Pondok Aren, tanyanya ke puskesmas, jangan ke kita. Tadi sih diumumin hasilnya masih negatif semua, buktinya semua boleh pulang," ungkapnya.
Romi mengatakan ingin masyarakat dilibatkan. Namun, akhirnya diputuskan agar pengurus RT/RW, kelurahan, dan petugas posyandu dulu yang pertama diperiksa, karena intens berinteraksi warga.
"Sebetulnya kita juga inginnya begitu, kenapa diberikan orang kelurahan, RT/RW, dan kader posyandu, karena mereka yang berhubungan dengan masyarakat bersosialisasi dan informasi. Jadi mereka dulu," tukasnya.
Di tempat yang sama, Lurah Pondok Aren Romi Amirudin, tampak sinis saat ditanya mengapa masyarakat tidak dilibatkan dalam rapid test ini. Dia pun meminta bertanya kepada petugas puskesmas yang melakukan pemeriksaan.
"Petugasnya dari Puskesmas Pondok Aren, tanyanya ke puskesmas, jangan ke kita. Tadi sih diumumin hasilnya masih negatif semua, buktinya semua boleh pulang," ungkapnya.
Romi mengatakan ingin masyarakat dilibatkan. Namun, akhirnya diputuskan agar pengurus RT/RW, kelurahan, dan petugas posyandu dulu yang pertama diperiksa, karena intens berinteraksi warga.
"Sebetulnya kita juga inginnya begitu, kenapa diberikan orang kelurahan, RT/RW, dan kader posyandu, karena mereka yang berhubungan dengan masyarakat bersosialisasi dan informasi. Jadi mereka dulu," tukasnya.
Lihat Juga :