2 Pekan Isoman di Rumah, Pasangan Kakek Nenek di Cisauk Tangerang Ini Tidak Tersentuh Bantuan
Kamis, 22 Juli 2021 - 19:56 WIB
loading...
Dua pekan isolasi mandiri (isoman) di rumah, pasangan kakek-nenek pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang, masih belum tersentuh bantuan. Foto: Instagram @tangerangnewscom
A
A
A
TANGERANG - Dua pekan isolasi mandiri (isoman) di rumah, pasangan kakek-nenek pasien Covid-19 di Kabupaten Tangerang, masih belum tersentuh bantuan.
Keduanya merupakan warga Kampung Anamui, RT 04/03, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ini, keduanya masih menjalani isoman di rumahnya.
Baca juga: Perlukah Test PCR Dilakukan Usai Isoman? Ini Penjelasannya!
Peristiwa ini pun akhirnya viral di media sosial, setelah anak keduanya mengunggah foto mereka saat sedang duduk berjemur. Tampak, keduanya duduk dengan latar mobil angkutan kota.
"Min, saya minta tolong dibantu atau dijembatani ke pemerintah. Orang tua saya sudah dua pekan isoman," tulis Instagram @tangerangnewscom, seperti dikutip SINDOnews, Kamis (22/7/2021).
Dari unggahan itu, diketahui jika kedua orangtua yang isoman tersebut reaktif Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan diabetes. Tetapi karena RS penuh, keduanya diminta agar isoman di rumah.
"Selama isoman sudah hampir dua pekan, tapi tidak ada bantuan baik dari pihak desa, kabupaten, kota, maupun pusat. Padahal awal isoman sudah laporan dari pihak RT," jelas unggahan itu.
Keduanya merupakan warga Kampung Anamui, RT 04/03, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ini, keduanya masih menjalani isoman di rumahnya.
Baca juga: Perlukah Test PCR Dilakukan Usai Isoman? Ini Penjelasannya!
Peristiwa ini pun akhirnya viral di media sosial, setelah anak keduanya mengunggah foto mereka saat sedang duduk berjemur. Tampak, keduanya duduk dengan latar mobil angkutan kota.
"Min, saya minta tolong dibantu atau dijembatani ke pemerintah. Orang tua saya sudah dua pekan isoman," tulis Instagram @tangerangnewscom, seperti dikutip SINDOnews, Kamis (22/7/2021).
Dari unggahan itu, diketahui jika kedua orangtua yang isoman tersebut reaktif Covid-19 dan memiliki penyakit bawaan diabetes. Tetapi karena RS penuh, keduanya diminta agar isoman di rumah.
"Selama isoman sudah hampir dua pekan, tapi tidak ada bantuan baik dari pihak desa, kabupaten, kota, maupun pusat. Padahal awal isoman sudah laporan dari pihak RT," jelas unggahan itu.
Lihat Juga :