Lelang Investasi Proyek PLTSa Ditarget Desember 2021
Rabu, 16 Juni 2021 - 09:39 WIB
loading...
Lelang investasi untuk proyek PLTSa akan dilakukan di akhir Desember 2021. Foto: Maman Sukirman
A
A
A
MAKASSAR - Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PLTSa ) di Kota Makassar mendesak dihadirkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuka peluang untuk pengusaha berinvestasi dalam proyek strategis tersebut.
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, PLTSa diperlukan mengingat daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang melebihi kapasitas. Bahkan tumpukan sampah di TPA tersebut dikatakan sudah mencapai 15 meter.
“Polusinya hingga ke pemukiman warga. Kita juga sudah punya 1.000 bank sampah yang bisa mereduksi sampah hingga 30 % dari total produksi. Dari hasil analisis, kami membutuhkan penambangan TPA. Kami dijadikan bahan ajar untuk PLTSa ini,” ucap dia dalam rilis yang diterima wartawan.
Baca Juga: Butuh Anggaran Rp2 Triliun, Proyek PLTSa Harus Libatkan Pemodal Besar
Hal itu disampaikan Danny dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional, Selasa (15/6/2021). Diskusi ini terkait pengelolah sampah menjadi energi listrik yang diadakan komite percepatan penyediaan infrastruktur prioritas Kemenko Perekonomian RI secara virtual.
Danny menargetkan lelang investasi PLTSa akan dilakukan di akhir Desember 2021. Tahun 2022 sudah masuk tahap desain, tahun 2023 percobaan operasional dan 2024 sudah beroperasi penuh.
“Tadi sepakat juga teman- teman dari ITB, LIPI, teknologi dari seluruh dunia ternyata kita tepat sekali mengantisipasinya. Jadi kita sebenarnya sudah matang. Tinggal timnya saja saya bentuk,” papar Danny.
Wali Kota Makassar , Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, PLTSa diperlukan mengingat daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang melebihi kapasitas. Bahkan tumpukan sampah di TPA tersebut dikatakan sudah mencapai 15 meter.
“Polusinya hingga ke pemukiman warga. Kita juga sudah punya 1.000 bank sampah yang bisa mereduksi sampah hingga 30 % dari total produksi. Dari hasil analisis, kami membutuhkan penambangan TPA. Kami dijadikan bahan ajar untuk PLTSa ini,” ucap dia dalam rilis yang diterima wartawan.
Baca Juga: Butuh Anggaran Rp2 Triliun, Proyek PLTSa Harus Libatkan Pemodal Besar
Hal itu disampaikan Danny dalam diskusi teknologi pengolahan sampah berbasis lingkungan dan skema pembiayaan untuk proyek strategis nasional, Selasa (15/6/2021). Diskusi ini terkait pengelolah sampah menjadi energi listrik yang diadakan komite percepatan penyediaan infrastruktur prioritas Kemenko Perekonomian RI secara virtual.
Danny menargetkan lelang investasi PLTSa akan dilakukan di akhir Desember 2021. Tahun 2022 sudah masuk tahap desain, tahun 2023 percobaan operasional dan 2024 sudah beroperasi penuh.
“Tadi sepakat juga teman- teman dari ITB, LIPI, teknologi dari seluruh dunia ternyata kita tepat sekali mengantisipasinya. Jadi kita sebenarnya sudah matang. Tinggal timnya saja saya bentuk,” papar Danny.
Lihat Juga :