STP Unhas Usul Konsep Pengembangan KEK Pangan di Luwu Utara
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
Usulan KEK pangan untuk Luwu Utara kata Wardihan sangat tepat, mengingat ketahanan pangan menjadi isu strategis yang harus mendapat perhatian serius serta pangan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di Luwu Utara.
"Semoga apa yang kita pikirkan ini sesuai dengan potensi dan kesiapan daerah untuk kita dorong sebagai suatu kawasan ekonomi khusus pangan,” terang dia sembari menyebut STP sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi melalui sinergi antara pemerintah daerah dan STP Unhas .
Baca juga:Purnabakti, 2 Dosen Teknik Geologi Unhas Diharap Tetap Beri Kontribusi
Penasihat Ahli STP Unhas , Edy Juwito mengatakan, KEK pangan adalah solusi bagi Luwu Utara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik. Untuk mewujudkan itu, maka segala potensi yang dimiliki harus bisa saling mendukung satu sama lain, seperti potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya.
“Sebuah wilayah akan berubah lebih cepat kalau ada lokomotifnya. Nah, lokomotifnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus, baik pangan maupun energi,” imbuh Edy.
Meski begitu, lokomotif tanpa gerbong juga tidak akan berarti apa-apa. Untuk itu, Edy berharap gerbong ini harus selalu dijaga dengan baik.
"Semoga apa yang kita pikirkan ini sesuai dengan potensi dan kesiapan daerah untuk kita dorong sebagai suatu kawasan ekonomi khusus pangan,” terang dia sembari menyebut STP sebagai jembatan emas bagi pertumbuhan ekonomi melalui sinergi antara pemerintah daerah dan STP Unhas .
Baca juga:Purnabakti, 2 Dosen Teknik Geologi Unhas Diharap Tetap Beri Kontribusi
Penasihat Ahli STP Unhas , Edy Juwito mengatakan, KEK pangan adalah solusi bagi Luwu Utara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik. Untuk mewujudkan itu, maka segala potensi yang dimiliki harus bisa saling mendukung satu sama lain, seperti potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya.
“Sebuah wilayah akan berubah lebih cepat kalau ada lokomotifnya. Nah, lokomotifnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus, baik pangan maupun energi,” imbuh Edy.
Meski begitu, lokomotif tanpa gerbong juga tidak akan berarti apa-apa. Untuk itu, Edy berharap gerbong ini harus selalu dijaga dengan baik.
Lihat Juga :