Terjang Jalur Ekstrim, Prajurit Kodim 0420 Sarko Mandi Keringat Buka Isolasi Wilayah
Senin, 14 Juni 2021 - 16:39 WIB
loading...
A
A
A
Jalan tersebut selama puluhan tahun tak bisa dilalui . Warga yang ingin menjual hasil buminya, seperti getah karet dan kelapa sawit, harus mencari jalan alternatif yang kondisi sangat parah, bahkan untuk melintasi jalan ini diperlukan tenaga ekstra serta memakan waktu hingga tiga jam lamanya.
Margnono warga Desa Bukit Beringin, saat ditemui di lokasi pembangunan jalan program TMMD ke 111 Kodim 0420 Sarko mengatakan, jika dirinya tak membayangkan jika jalan ini akan dibangun oleh TNI.
Baca juga: Cinta Mati dengan Istri yang Kerja Jadi TKW, Bapak dan Anak Bakar Diri Saat Akan Dicerai
"Alhamdulillah doa saya akhirnya terkabul. Saya tak membayangkan jalan ini akan dibangun. Kami sebagai warga hanya bisa pasrah, hingga terkadang kami terbenam di dalam lumpur saat mengangkut hasil panen . Tapi saat ini kami sangat terbantu dengan hadirnya bapak-bapak TNI, mereka datang tanpa lelahnya membangun jalan kami," kata Margono.
![Terjang Jalur Ekstrim, Prajurit Kodim 0420 Sarko Mandi Keringat Buka Isolasi Wilayah]()
Sementara itu Kapten Inf Suhari, selaku perwira pengawas program pembangunan jalan mengatakan, jika lokasi jalan yang dibangun ini cukup ekstrim. "Lokasinya berbukit, tanahnya juga labil. Kami menurunkan tiga alat berat untuk membangun jalan ini," terangnya.
Margnono warga Desa Bukit Beringin, saat ditemui di lokasi pembangunan jalan program TMMD ke 111 Kodim 0420 Sarko mengatakan, jika dirinya tak membayangkan jika jalan ini akan dibangun oleh TNI.
Baca juga: Cinta Mati dengan Istri yang Kerja Jadi TKW, Bapak dan Anak Bakar Diri Saat Akan Dicerai
"Alhamdulillah doa saya akhirnya terkabul. Saya tak membayangkan jalan ini akan dibangun. Kami sebagai warga hanya bisa pasrah, hingga terkadang kami terbenam di dalam lumpur saat mengangkut hasil panen . Tapi saat ini kami sangat terbantu dengan hadirnya bapak-bapak TNI, mereka datang tanpa lelahnya membangun jalan kami," kata Margono.

Sementara itu Kapten Inf Suhari, selaku perwira pengawas program pembangunan jalan mengatakan, jika lokasi jalan yang dibangun ini cukup ekstrim. "Lokasinya berbukit, tanahnya juga labil. Kami menurunkan tiga alat berat untuk membangun jalan ini," terangnya.
Lihat Juga :