Cegah Gelombang Kedua Covid-19, DKI Perketat Jaga Akses Masuk-Keluar Jakarta
Senin, 25 Mei 2020 - 16:59 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.Foto/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah antisipasi mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Ibu Kota. Salah satunya yakni, memperketat akses keluar masuk Jakarta di sejumlah titik perbatasan Bodetabek.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua bulan terakhir, Jakarta sangat menunjukkan kemajuan yang signifikan ini adalah hasil kerja bersama masyakat Jakarta dan Bodetabek terkait penurunan penyebaran virus Corona. Menurut Anies, virus Corona ini menyebar melalui pertemuan, karen itu pertemuannya dikurangi ditiadakan agar mengurangi dan meniadakan penularan. Dan pertemuan ini pertemuan ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan
"Catatan dari Fakultas Kedokteran Internal Kesehatan Kemasyarakatan sebanyak 60% orang di Jakarta tidak bepergian tetap berada di dalam rumah," kata Anies dalam konpers di Graha BNPB, Jakarta, pada Senin (25/5/2020). (Baca: Perang Penghabisan Lawan Corona, PSBB DKI Diperpanjang hingga 4 Juni 2020)
Bahkan lanjut Anies, saat ini angka kendaran pribadi menurun 40%, penumpang MRT 5% dan bus 10-12%. Anies menuturkan, sekarang ini kita memasuki fase yang amat menentukan, PSBB diperpanjang hingga 4 Juni 2020, perpanjang ini adalah masa menentukan.
Karena bila hari-hari ini penularan dan angka kasus baru ini menurun, kemudian yang biasa digunakan ahli epidemologi, reproduction number di Jakarta saat ini sekitar 1% atau bisa di bawah 1%, maka sesudah di tanggal 4 Juni kita bisa melakukan transisi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama dua bulan terakhir, Jakarta sangat menunjukkan kemajuan yang signifikan ini adalah hasil kerja bersama masyakat Jakarta dan Bodetabek terkait penurunan penyebaran virus Corona. Menurut Anies, virus Corona ini menyebar melalui pertemuan, karen itu pertemuannya dikurangi ditiadakan agar mengurangi dan meniadakan penularan. Dan pertemuan ini pertemuan ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan
"Catatan dari Fakultas Kedokteran Internal Kesehatan Kemasyarakatan sebanyak 60% orang di Jakarta tidak bepergian tetap berada di dalam rumah," kata Anies dalam konpers di Graha BNPB, Jakarta, pada Senin (25/5/2020). (Baca: Perang Penghabisan Lawan Corona, PSBB DKI Diperpanjang hingga 4 Juni 2020)
Bahkan lanjut Anies, saat ini angka kendaran pribadi menurun 40%, penumpang MRT 5% dan bus 10-12%. Anies menuturkan, sekarang ini kita memasuki fase yang amat menentukan, PSBB diperpanjang hingga 4 Juni 2020, perpanjang ini adalah masa menentukan.
Karena bila hari-hari ini penularan dan angka kasus baru ini menurun, kemudian yang biasa digunakan ahli epidemologi, reproduction number di Jakarta saat ini sekitar 1% atau bisa di bawah 1%, maka sesudah di tanggal 4 Juni kita bisa melakukan transisi.
Lihat Juga :