Bali Belum Pulih, KPM Berharap Bantuan Sosial Tunai Segera Cair
Minggu, 13 Juni 2021 - 04:54 WIB
loading...
A
A
A
"Mulai Maret tahun lalu (PHK). Pariwisata tutup, sehingga tamu tidak ada yang datang ke Bali. Akhirnya tidak kerja lagi," katanya, Sabtu (13/6/2021).
Meskipun mengalami nasib kurang beruntung, namun Ketut mendapatkan rezeki lain yakni berhak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah. BST merupakan bantuan uang senilai Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) setiap bulan.
"Saya dikasih tahu oleh kepala desa, bahwa saya dapat bantuan BST. Disuruh ambilnya di kantor Pos. Ya sudah, saya kumpulkan KTP dan KK. Prosesnya berlangsung cepat," katanya.
Ketut yang menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) pertama kali mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu (dirapel dua bulan). Dia mengaku komoditas utama yang dibeli sesudah menerima dana bantuan adalah beras. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya BST, dia tidak pusing untuk menghidupi ketiga anaknya.
"Anak saya yang pertama baru saja mendapatkan kerja. Yang kedua baru 22 tahun, masih kuliah. Ketiga baru 20 tahun. Namun dia tidak mau kuliah karena tidak ada biaya," katanya.
Meskipun mengalami nasib kurang beruntung, namun Ketut mendapatkan rezeki lain yakni berhak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari pemerintah. BST merupakan bantuan uang senilai Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero) setiap bulan.
"Saya dikasih tahu oleh kepala desa, bahwa saya dapat bantuan BST. Disuruh ambilnya di kantor Pos. Ya sudah, saya kumpulkan KTP dan KK. Prosesnya berlangsung cepat," katanya.
Ketut yang menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) pertama kali mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu (dirapel dua bulan). Dia mengaku komoditas utama yang dibeli sesudah menerima dana bantuan adalah beras. Bantuan ini sangat terasa manfaatnya, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dengan adanya BST, dia tidak pusing untuk menghidupi ketiga anaknya.
"Anak saya yang pertama baru saja mendapatkan kerja. Yang kedua baru 22 tahun, masih kuliah. Ketiga baru 20 tahun. Namun dia tidak mau kuliah karena tidak ada biaya," katanya.
Lihat Juga :