COVID-19 Menggila, Kapasitas Rumah Sakit di Jabar Lampaui Standar WHO

Sabtu, 12 Juni 2021 - 08:08 WIB
loading...
COVID-19 Menggila, Kapasitas...
Kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar sudah melampau batas maksimal WHO menyusul lonjakan kasus pasca-Lebaran 2021. Foto/Ilustrasi
A A A
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan dimana warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat setiap harinya.

Akibatnya, rumah sakit-rumah sakit rujukan pun nyaris penuh. Kondisi tersebut membuat Pemprov Jabar melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 berjibaku menyiapkan fasilitas layanan kesehatan demi menyelamatkan nyawa pasien. Baca juga: Seleksi Mandiri ITB Diperpanjang hingga 20 Juni, Ini Syarat dan Cara Daftar

Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Marion Siagian mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan di Jabar kini sudah berada di angka 62,65 persen. Kondisi tersebut menurutnya sudah melampau batas maksimal berdasarkan standar WHO yang menyaratkan BOR di bawah 60 persen.

"Tadi malam kita mencatat untuk keseluruhan Jabar bed occupancy rate itu 62,65 persen, jadi kalau dibandingkan dengan Minggu lalu ini pertambahannya cukup tinggi, sehari nambahnya 2 hingga 3 persen dan ini sudah melewati standar WHO 60 persen. Kalau Pak Gubernur bilang ini sudah siaga," ungkap Marion di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/5/2021).

Marion mencontohkan rumah sakit di Kota Bandung . Menurut dia, tempat tidur bagi pasien bergejala ringan kini sudah terisi 767 dari total 947 tempat tidur.

Lalu, tempat tidur bagi pasien bergejala ringan terisi 474 dari total 545 serta tempat tidur pasien yang bergejala berat terisi 65 dari 79 tempat tidur tersedia. "Yang kuning 544 itu terisi 474 dan yang merah itu 79 sudah terisi 65," sebut dia.

Kini, lanjut Marion, pihak rumah sakit di Kota Bandung sedang melakukan screening untuk menentukan pasien bergejala dapat melakukan isolasi mandiri atau tidak, agar BOR dapat ditekan.

Menurut Marion, peningkatan kasus COVID-19 di Jabar mulai meningkat sejak tanggal 25 Mei 2021 lalu. Bahkan, peningkatan angka kasus bisa mencapai 1.000 dalam sehari. Padahal, pada bulan Maret dan April lalu, peningkatan kasus masih di bawah 1.000.

"Kami mencatat dari tanggal 28 Mei atau 15 hari setelah Lebaran ini kasus sudah cukup meningkat. Jadi ada 1.200 kemudian turun lagi menjadi 800 tapi di Minggu terakhir ini kita mencapai di atas 1.000," terangnya.

Marion menyebut, peningkatan angka kasus didominasi oleh klaster keluarga dan klaster perkantoran. Namun begitu, dia tak menyebut angkanya secara rinci."Ini harus kita antisipasi dan waspadai dan kita lihat juga kasus sekarang klasternya klaster keluarga, ini akibat kita banyaknya kita berinteraksi dengan keluarga dan orang lain," katanya.

Dirut RSUD Al-Ihsan, Basalama Gatot mengakui, seluruh tempat tidur yang tersedia sudah terisi penuh. Sebagai tindak lanjut, pihaknya sedang melakukan screening pada 20 pasien yang dirawat di IGD untuk menentukan apakah bisa dialihkan menjalani isolasi mandiri di rumah ataukah tidak.

"Kondisi sekarang memang betul, kalau saya katakan mengerikan dimana untuk Al-Ihsan kita menyiapkan ketersediaan tempat tidur itu sebanyak 151 tempat tidur dan sudah terisi 100 persen artinya sudah full," ungkapnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga berupaya mengalihkan pasien yang bergejala ringan untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing atau tempat karantina yang telah disediakan pemerintah. Dengan demikian, rumah sakit hanya menangani pasien yang bergejala sedang dan berat saja. Baca juga: Keren, Tiga Mahasiswi Cantik Juarai Kompetisi Ide Aplikasi L'Oreal Brandstrom 2021

Basalama menambahkan, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang buruk. Diduga, pasien itu lama berada di rumah dalam kondisi terinfeksi. Saat datang ke rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi yang buruk.

"Rumah sakit di Bandung Raya kami sudah mengurangi yang untuk ketersediaan tempat tidur yang hijau. Artinya, yang gejala ringan atau tanpa gejala itu bisa diisolasi mandiri atau diisolasi di tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah, rumah sakit hanya merawat yang sedang dan berat saja," ucap dia.

Direktur RS Borromeus Bandung, Chandra Mulyono mengatakan, tempat tidur yang dapat digunakan masih tersedia. Namun, jika pasien terus datang, pihaknya khawatir terjadi over capacity.

"Kami dengan 124 tidur masih ada ruang untuk ditambah tapi kalau terus meningkat ini berisiko juga kami harus membuka lagi sampai 149 tempat tidur," kata dia.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Ahmad mengakui bahwa kasus COVID-19 di Jabar terus meningkat. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan memperkuat kapasitas pusat isolasi, rumah sakit darurat, dan rumah sakit rujukan.

"Jabar memiliki tempat isolasi di BPSDM dan Secapa AD. Jumlah bed di BPSDM dan Secapa AD total ada 350 bed. Dinkes Jabar terus melakukan komunikasi dengan pihak Kesdam (Kesehatan Kodam) untuk menambah bed di Secapa AD sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus," jelasnya.

Bahkan, kata Daud, pihaknya juga telah mempersiapkan Lapangan Tembak Gunung Bohong sebagai tempat isolasi, termasuk mengerahkan rumah sakit baru di Soreang yang dapat menampung 100 pasien COVID-19.

"Terkait rumah sakit darurat, Jabar masih memiliki rumah sakit darurat di Bogor dan Bekasi yang sejauh ini belum beroperasi. Rumah sakit darurat ini dapat dikerahkah jika suatu saat terjadi kenaikan kasus yang signifikan," kata Daud.

(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
3 Tahun Jangkau 12 Ribu...
3 Tahun Jangkau 12 Ribu Warga, Dexa Group Perluas Akses Cek Kesehatan Gratis
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Ngonten di Depan Rumah...
Ngonten di Depan Rumah Korban Kebakaran LA, Uya Kuya Bakal Diperiksa MKD
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved