Makam Kuno Belanda di Kebun Raya Bogor, Misteri Dua Nama dalam Satu Nisan
Jum'at, 11 Juni 2021 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Lokasi pemakaman ini , kalau tidak dipisahkan pagar, hanya berjarak sekitar 300-400 meter saja dari Istana Bogor. Ciri khas makam kuno Belanda (kerkoff) adanya prasasti bergaya arsitektur masa lalu di negara Tulip tersebut.Sebagian memiliki pahatan di dindingnya. (Baca juga; Sejarah Bogor, Kota Tanpa Rasa Risau Tempat Istirahat Gubernur Jenderal Belanda hingga Soekarno )
Ada yang memiliki bentuk seperti obelisk atau juga berupa patung malaikat dari batu marmer. Biasanya dilengkapi nisan yang juga dari batu marmer berisi identitas pemilik makam yang ditulis dengan huruf gotik hingga menghadirkan kesan sakral. Kadang juga digunakan huruf roman, kapital, dan sambung.
![Makam Kuno Belanda di Kebun Raya Bogor, Misteri Dua Nama dalam Satu Nisan]()
Kompleks makam kuno Belanda ini bisa dikatakan tempat peristirahatan terakhir bagi banyak orang penting pada masanya. Seperti makam DJ de Eerens, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang hidup tahun 1781-1840. Hanya ada dua Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang meninggal dan dimakamkan di Indonesia, salah satunya DJ de Eerens.
Kompleks makam kuno Belanda ini juga menyimpan cerita unik, yaitu berupa misteri dua nama dalam satu nisan. Pada nisan makam tersebut ada dua nama yang dituliskan, yaitu Heinrich Kuhl and Johan Conrad van Hasselt. Jasad dua ahli Biologi ini dimakamkan dalam satu liang lahat, padahal keduanya wafat pada waktu yang berbeda.
Kuhl yang berasal dari Jerman meninggal lebih dahulu pada 1821 (usianya masih 23 tahun), sedangkan Hasselt dari Belanda wafat dua tahun kemudian (usia 44 tahun). Mereka dimakamkan dalam satu liang lahat sebagai tanda ikatan persahabatan yang abadi sampai akhir hayat.
![Makam Kuno Belanda di Kebun Raya Bogor, Misteri Dua Nama dalam Satu Nisan]()
Johan Conrad van Hasselt (kiri) danHeinrich Kuhl (kanan).
Ada yang memiliki bentuk seperti obelisk atau juga berupa patung malaikat dari batu marmer. Biasanya dilengkapi nisan yang juga dari batu marmer berisi identitas pemilik makam yang ditulis dengan huruf gotik hingga menghadirkan kesan sakral. Kadang juga digunakan huruf roman, kapital, dan sambung.

Kompleks makam kuno Belanda ini bisa dikatakan tempat peristirahatan terakhir bagi banyak orang penting pada masanya. Seperti makam DJ de Eerens, seorang Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang hidup tahun 1781-1840. Hanya ada dua Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang meninggal dan dimakamkan di Indonesia, salah satunya DJ de Eerens.
Kompleks makam kuno Belanda ini juga menyimpan cerita unik, yaitu berupa misteri dua nama dalam satu nisan. Pada nisan makam tersebut ada dua nama yang dituliskan, yaitu Heinrich Kuhl and Johan Conrad van Hasselt. Jasad dua ahli Biologi ini dimakamkan dalam satu liang lahat, padahal keduanya wafat pada waktu yang berbeda.
Kuhl yang berasal dari Jerman meninggal lebih dahulu pada 1821 (usianya masih 23 tahun), sedangkan Hasselt dari Belanda wafat dua tahun kemudian (usia 44 tahun). Mereka dimakamkan dalam satu liang lahat sebagai tanda ikatan persahabatan yang abadi sampai akhir hayat.

Johan Conrad van Hasselt (kiri) danHeinrich Kuhl (kanan).
Lihat Juga :