Vaksinasi Kelompok Guru di Kabupaten Pinrang Hampir Rampung
Rabu, 09 Juni 2021 - 15:10 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A
A
A
PINRANG - Vaksinasi Covid-19 terhadap kelompok guru di Kabupaten Pinrang hampir rampung. Dari total sekitar tujuh ribu guru di semua jenjang pendidikan, tersisa sekitar seribu orang yang belum divaksin .
Data ini diungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Pinrang, Dyah Puspita Dewi. Ia menjelaskan, sebanyak sekitar tujuh ribu guru itu tersebar pada 108 kelurahan dan desa di 12 kecamatan, Kabupaten Pinrang.
Baca juga:Masuk Zona Hijau Covid-19, Parepare dan Pinrang Perketat Penggunaan Masker
"Yang masih kita sasar itu, para guru yang berada di wilayah pegunungan. Kendala jarak dan akses, tentu membutuhkan waktu untuk mencapai sasaran. Utamanya di wilayah pegunungan yang ada di Kecamatan Lembang," kata Dyah yang juga Kadis Kesehatan Pinrang.
Namun Dyah optimistis, vaksinasi keseluruhan kelompok guru di Pinrang rampung sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka Juli mendatang, seperti yang dicanangkan Kementerian Pendidikan.
"Target kita, khusus para guru, seluruhnya telah divaksin sebelum sekolah tatap muka . Karena hingga kini tim medis terus bergerak menyasar wilayah pegunungan," tandasnya.
Baca juga:Pemkab Pinrang Dorong Pelaku UMKM Melek Digital
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pinrang, Abdul Malik menyampaikan, sebanyak 376 unit sekolah yang terdiri dari 321 sekolah tingkat dasar dan 54 sekolah tingkat menengah telah melakukan persiapan jelang pelaksanaan sekolah tatap muka .
"Para kepala sekolah bergerak maksimal dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan, baik bagi pelajar maupun para guru. Seperti tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, yang dipasang di depan sekolah," kata Malik.
Sesuai aturan pemerintah pusat, kata Malik, pelaksanaan sekolah tatap muka hanya dimungkinkan diikuti 25% dari total jumlan pelajar pada tiap sekolah. Langkah awal, jelasnya, tatap muka di kelas pun dijadwalkan hanya dua kali pertemuan dalam sepekan.
Tapi, kata Malik, wacana tersebut bersifat suka rela, karena tetap harus melibatkan para orang tua siswa. Persetujuan orang tua siswa, jelasnya, menetukan apakah anak boleh mengikuti belajar tatap muka di sekolah atau tidak.
Baca juga:Vaksinasi Covid-19 di Pinrang Mulai Sasar Kalangan Lansia
"Dalam waktu dekat, akan kita sosialisasikan lagi hal tersebut pada orang tua siswa, lebih masif. Karena pelajar tentu tidak bisa mengikuti belajar tatap muka jika tidak dibolehkan orang tuanya," Malik menjabarkan.
Pelaksanaan sekolah tatap muka , tambah Malik, juga baru bisa dilakukan setelah ada kebijakan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Pinrang. Wacana tersebut, termasuk data kesiapan sekolah menggelar belajar tatap muka , juga akan dilaporkan ke bupati, untuk selanjutnya diputuskan, jadi tidaknya sekolah tatap muka digelar pada Juli tahun ini.
Data ini diungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Pinrang, Dyah Puspita Dewi. Ia menjelaskan, sebanyak sekitar tujuh ribu guru itu tersebar pada 108 kelurahan dan desa di 12 kecamatan, Kabupaten Pinrang.
Baca juga:Masuk Zona Hijau Covid-19, Parepare dan Pinrang Perketat Penggunaan Masker
"Yang masih kita sasar itu, para guru yang berada di wilayah pegunungan. Kendala jarak dan akses, tentu membutuhkan waktu untuk mencapai sasaran. Utamanya di wilayah pegunungan yang ada di Kecamatan Lembang," kata Dyah yang juga Kadis Kesehatan Pinrang.
Namun Dyah optimistis, vaksinasi keseluruhan kelompok guru di Pinrang rampung sebelum pelaksanaan sekolah tatap muka Juli mendatang, seperti yang dicanangkan Kementerian Pendidikan.
"Target kita, khusus para guru, seluruhnya telah divaksin sebelum sekolah tatap muka . Karena hingga kini tim medis terus bergerak menyasar wilayah pegunungan," tandasnya.
Baca juga:Pemkab Pinrang Dorong Pelaku UMKM Melek Digital
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pinrang, Abdul Malik menyampaikan, sebanyak 376 unit sekolah yang terdiri dari 321 sekolah tingkat dasar dan 54 sekolah tingkat menengah telah melakukan persiapan jelang pelaksanaan sekolah tatap muka .
"Para kepala sekolah bergerak maksimal dengan mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung protokol kesehatan, baik bagi pelajar maupun para guru. Seperti tempat cuci tangan dengan air yang mengalir, yang dipasang di depan sekolah," kata Malik.
Sesuai aturan pemerintah pusat, kata Malik, pelaksanaan sekolah tatap muka hanya dimungkinkan diikuti 25% dari total jumlan pelajar pada tiap sekolah. Langkah awal, jelasnya, tatap muka di kelas pun dijadwalkan hanya dua kali pertemuan dalam sepekan.
Tapi, kata Malik, wacana tersebut bersifat suka rela, karena tetap harus melibatkan para orang tua siswa. Persetujuan orang tua siswa, jelasnya, menetukan apakah anak boleh mengikuti belajar tatap muka di sekolah atau tidak.
Baca juga:Vaksinasi Covid-19 di Pinrang Mulai Sasar Kalangan Lansia
"Dalam waktu dekat, akan kita sosialisasikan lagi hal tersebut pada orang tua siswa, lebih masif. Karena pelajar tentu tidak bisa mengikuti belajar tatap muka jika tidak dibolehkan orang tuanya," Malik menjabarkan.
Pelaksanaan sekolah tatap muka , tambah Malik, juga baru bisa dilakukan setelah ada kebijakan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Pinrang. Wacana tersebut, termasuk data kesiapan sekolah menggelar belajar tatap muka , juga akan dilaporkan ke bupati, untuk selanjutnya diputuskan, jadi tidaknya sekolah tatap muka digelar pada Juli tahun ini.
(luq)
Lihat Juga :