Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Waktunya Membunyikan Alarm, Okupansi ICU RS di Semarang Tembus 90 Persen

loading...
Waktunya Membunyikan Alarm, Okupansi ICU RS di Semarang Tembus 90 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Semarang Ani Rahardjo. Foto/Ist
SEMARANG - Kasus COVID-19 di Kabupaten Semarang dalam beberapa hari belakangan terus meningkat. Sebagian warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 membutuhkan perawatan medis secara intensif di rumah sakit.

Baca juga: Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Isolasi Tiga RSUD di Bandung Barat Penuh

Imbasnya, okupansi (tingkat hunian) ruang Intensive Care Unit (ICU) sejumlah rumah sakit rata-rata mencapai 90%. "Ketersediaan ruang ICU di RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa mencapai 90 persen. RSUD Ungaran 80 persen, dan rumah sakit Ken Saras sudah 100 persen. Sedangkan jumlah warga yang diisolasi di tempat isolasi tidak berkurang, justru bertambah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang Ani Rahardjo, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Keren, Pria Blitar Ini Mampu Ciptakan Sepeda Tenaga Matahari



Saat ini pasien yang dirawat di ruang isolasi terpusat di Siwakul ada 38 orang. Kemudian di Hotel Garuda Kopeng terisi 18 orang dan Rusunawa Pringapus sementara dua orang.

"Masih tersisa 46 kamar yang masih kosong. Jadi kita kurang sedikit, apabila tidak gerak cepat dan maksimal bisa jatuh pada zona merah. Posisi kita sudah tidak aman lagi, waktunya membunyikan alarm," ujarnya.

Menurutnya, semua rumah sakit sekarang berupaya menambah tempat tidur. Sebab ruang ICU disemua rumah sakit rata-rata tersisa 10%.

Dia menjelaskan, angka kumulatif kasus pasien positif COVID-19 saat ini berjumlah 11.717 kasus. Kemudian, yang bergejala dari temuan terbaru sebanyak 99 orang dan tanpa gejala ada 505 orang.

Menurut Ani, kasus aktif penyebaran COVID-19 saat ini diangka 5,21% atau masih diatas angka prosentase Provinsi Jateng. Sedangkan tingkat kesembuhan pasien 90,98%, dan angka kematian mencapai 3,81%.

"Berdasarkan grafik mingguan terjadi penambahan pasien COVID-19 sebanyak 855 kasus. Dari data itu, trennya terjadi kenaikan sangat signifikan dan bahkan konsisten sehingga harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.



Sedangkan jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh sekarang tercatat 10.716 orang dan meninggal dunia sementara 450 orang. Kemudian dirawat, periode Mei sampai Juni 2021 ada sebanyak 609 warga baik secara pemeriksaan media bergejala COVID-19 maupun tidak.

Ani mengungkapkan, secara umum berdasarkan zonasi tingkat penyebaran COVID-19 di Kabupaten Semarang menempati urutan ke 11 dari daerah yang paling berisiko tinggi seperti Kudus, Sragen, Grobogan, Tegal, Jepara, dan Demak.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top