Menkes: Warga Bangkalan Jangan Takut Tes Swab, Kalau Positif Nanti Dirawat

Selasa, 08 Juni 2021 - 19:31 WIB
loading...
Menkes: Warga Bangkalan...
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin didampingi Gubernur Jatim, wlikota Surabaya dan bupati Bangkalan meninjau langsung pos penyekatan dan tes rapid antigen di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Foto: SINDOnews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Upaya untuk menekan jumlah penularan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan terus dilakukan. Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin yang datang langsung ke Surabaya meminta warga Bangkalan untuk tidak takut ketika menjalani tes swab.

“Jadi ketika testing jangan merasa takut kalau dites, atau pun nanti ketemu positif nanti bisa dirawat diisolasi. Tidak usah terlalu khawatir," kata Budi Gunadi ketika meninjau pos penyekatan dan tes rapid antigen di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Masuk Surabaya Warga Madura Wajib Rapid Test Antigen

Menkes juga sempat melihat langsung sejumlah warga yang dites rapid antigen. Saat itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya dan Bupati Bangkalan yang telah kompak menangani COVID-19 ini. “Saya percaya kalau ini bisa dikerjakan bersama-sama, ini harusnya bisa selesai,” ungkapnya.

Saat inikatanya,rumah sakit di Bangkalan itu harus dirajut dulu supaya tekanannya tidak terlalu besar. Sedangkan yang sudah sakit bisa juga dibawa ke Surabaya, karena Gubernur Jatim sudah siap membantu.

“Di Surabaya kapasitasnya bagus dan masih cukup. Tenaga kesahatan, perawat, dan obat-obatan, ventilator sudah kita tambah, sehingga tekananannya berkurang, Nakes gak usah terlalu keras kerjanya. Itu di sisi hilir,” tegasnya.

Baca juga: Bubarkan Kerumunan di Masjid Agung Demak, Petugas TNI Terpaksa Panjat Pagar

Sedangkanyang di sisi hulu,lanjutnya,yang penting pencegahannya jangan dikurangi. Bahkan, kalau bisa ditahan. Tinggal di rumah dulu. Nanti habis dua minggu kalau sudah turun, bisa jalan lagi. "Saya juga bilang pakai masker itu nomor satu. Saya sudah ngomong ke Pak Bupati dan juga kepada teman-teman di Bangkalan itu pakai masker lebih bagusdan testing terus dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak yang takut untuk dites di Bangkalan. Namun, ia bersyukur karena di pos penyekatan yang ada di Surabaya banyak yang sudah merasa tidak takut untuk dites. “Alhamdulillah aku lihat di sini semuanya merasa gak takut lah untuk dites. Kalau tes hasilnya positif nanti dirawat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali KotaSurabayaEriCahyadimengatakan,Kota Surabaya dan Bangkalan tidak bisa dipisahkan dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Keduanya harus saling membantu dan bahu-membahu menyelesaikan permasalahan ini, karena Surabaya bisa membawa dampak ke Bangkalan, dan Bangkalan bisa berdampak ke Surabaya.

Baca juga: Hendak Menyeberang ke Surabaya Naik Feri, 4 Penumpang dari Bangkalan Positif COVID-19

“Ini tidak bisa diselesaikan sendirian, kami sebagai pemimpin-pemimpin muda akan saling bahu-membahu menyelesaikan COVID-19 di Surabaya maupun di Bangkalan. Pak Menteri juga memberikan apresiasi kepada kita, karena kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja,” katanya.

Menurutnya, penyekatanyang dilakukan di Surabaya ini sangat penting, karena ketika ada yang positif, maka akan mempermudah Pak Bupati Bangkalan untuk melakukan tracing di sana. Begitu pula sebaliknya. Sebab, orang Madura yang tinggal di Surabaya banyak, meskipun KTP-nya masih Madura. Orang Surabaya yang tinggal di Madura juga banyak, sehingga ini tidak bisa dipisahkan, karena ini satu kesatuan.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RSUP Kemenkes Surabaya...
RSUP Kemenkes Surabaya Punya Layanan Bedah Jantung, Menkes: Tak Perlu Lagi ke Luar Negeri
Hujan di Jakarta Mengandung...
Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Menkes dan Pramono Kompak Ajak Pakai Masker
Soroti Proyek Jalan...
Soroti Proyek Jalan Arosbaya - Campor, Legislator Partai Perindo Muhammad Mosleh: Jangan Main-main dengan Anggaran Negara!
Kronologi Pesepeda Tewas...
Kronologi Pesepeda Tewas Ditabrak Mobil Pikap di Jembatan Suramadu
Karamah Mbah Kholil...
Karamah Mbah Kholil Bangkalan: Sebar Pasukan Lebah Gaib Melawan Tentara Sekutu
Para Guru Besar FK UNS...
Para Guru Besar FK UNS Minta Presiden Prabowo Ingatkan Menkes
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Raker Komisi IX DPR,...
Raker Komisi IX DPR, Menkes Paparkan Ancaman Krisis Dokter di Indonesia
Menkes Rombak Jam Kerja...
Menkes Rombak Jam Kerja Dokter Internship usai 4 Dokter Meninggal, Maksimal 40 Jam per Minggu
Rekomendasi
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved