Situasi di Buol Kondusif Pasca-Pengeroyokan Kades usai Salat Id
Senin, 25 Mei 2020 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Peristiwa pengeroyokan itu, kata Kabid Humas, bermula ketika Hamsah bersama sejumlah anggota linmas dan relawan COVID-19 mendatangi Masjid An Nikmah di desa setempat. Mereka menemui imam masjid untuk berdiskusi.
"Pak Kades menegur supaya salat dilakukan dengan memperhatikan protokol COVID-19 sesuai anjuran pemerintah. Tapi yang terjadi ada kesalahpahaman serta diduga ada warga yang menjadi provokator dan melakukan penyerangan. Akibatnya kericuhan tak terhindarkan," timpal Kabid Humas.
"Waktu kepala desa dan anggota Linmas datang sementara berlangsung itu salat, jadi tidak diberhentikan itu salatnya. Salat bubar pak kepala desa tanya kepada imam masjid pada saat nanya itu di situ ada provokator yang masuk sehingga terjadi tadi pengeroyokan," tuturnya.
Akibat kericuhan tersebut Hamsah bersama dengan anggota linmas dan relawan COVID-19 menjadi korban dan menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
"Ada empat orang termasuk linmas, dan relawan Gugus COVID-19 semuanya sudah divisum," jelasnya.
"Pak Kades menegur supaya salat dilakukan dengan memperhatikan protokol COVID-19 sesuai anjuran pemerintah. Tapi yang terjadi ada kesalahpahaman serta diduga ada warga yang menjadi provokator dan melakukan penyerangan. Akibatnya kericuhan tak terhindarkan," timpal Kabid Humas.
"Waktu kepala desa dan anggota Linmas datang sementara berlangsung itu salat, jadi tidak diberhentikan itu salatnya. Salat bubar pak kepala desa tanya kepada imam masjid pada saat nanya itu di situ ada provokator yang masuk sehingga terjadi tadi pengeroyokan," tuturnya.
Akibat kericuhan tersebut Hamsah bersama dengan anggota linmas dan relawan COVID-19 menjadi korban dan menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
"Ada empat orang termasuk linmas, dan relawan Gugus COVID-19 semuanya sudah divisum," jelasnya.
(sms)
Lihat Juga :