3 Warga Meninggal, Kabupaten Bekasi Waspada Demam Berdarah
Senin, 07 Juni 2021 - 12:13 WIB
loading...
Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta warganya untuk waspada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi meminta warganya untuk waspada penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) . Pemerintah mencatat sudah ada tiga warga yang meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue.
"Dua kasus meninggal dunia di Kecamatan Kedungwaringin, satu lagi di Kecamatan Tambun Selatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, Senin (7/6/2021). (Baca juga; Fokus ke Covid-19, Lupa DBD Mengintai dan Kasusnya Terus Meningkat )
Sri Enny Mainiarti mengatakan, sampai April sudah ada tiga orang yang meninggal akibat DBD. Padahal, angka kematian kasus DBD pada 2020 hanya ada satu orang. Namun, angka kasus DBD di Kabupaten Bekasi pada periode yang sama mengalami penurunan sebanyak 44% dibandingkan tahun lalu.
Pada kuartal pertama tahun ini ada 98 kasus. Sedangkan tahun lalu di periode yang sama sebanyak 176 kasus. "Warga harus waspada DBD maupun COVID-19," ucapnya. (Baca juga; Bagaimana Bedakan Gejala Tipes dengan DBD? )
Sri Enny merinci, hingga kuartal pertama tahun ini angka kasus DBD di wilayahnya berjumlah 98 kasus yang terdiri atas lima kasus di Bulan Januari, lima kasus lagi di Februari, 19 kasus untuk Maret, serta 69 kasus pada April. Sedangkan tahun lalu, mencapai 176 kasus dengan rincian 30 kasus di Januari. Kemudian 21 kasus di Februari, 69 kasus untuk Maret, dan 56 kasus di April.
"Dua kasus meninggal dunia di Kecamatan Kedungwaringin, satu lagi di Kecamatan Tambun Selatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, Senin (7/6/2021). (Baca juga; Fokus ke Covid-19, Lupa DBD Mengintai dan Kasusnya Terus Meningkat )
Sri Enny Mainiarti mengatakan, sampai April sudah ada tiga orang yang meninggal akibat DBD. Padahal, angka kematian kasus DBD pada 2020 hanya ada satu orang. Namun, angka kasus DBD di Kabupaten Bekasi pada periode yang sama mengalami penurunan sebanyak 44% dibandingkan tahun lalu.
Pada kuartal pertama tahun ini ada 98 kasus. Sedangkan tahun lalu di periode yang sama sebanyak 176 kasus. "Warga harus waspada DBD maupun COVID-19," ucapnya. (Baca juga; Bagaimana Bedakan Gejala Tipes dengan DBD? )
Sri Enny merinci, hingga kuartal pertama tahun ini angka kasus DBD di wilayahnya berjumlah 98 kasus yang terdiri atas lima kasus di Bulan Januari, lima kasus lagi di Februari, 19 kasus untuk Maret, serta 69 kasus pada April. Sedangkan tahun lalu, mencapai 176 kasus dengan rincian 30 kasus di Januari. Kemudian 21 kasus di Februari, 69 kasus untuk Maret, dan 56 kasus di April.
Lihat Juga :