Viralkan Kerumunan Kafe di Bekasi, Pegiat Medsos Ini Ngaku Dapat Ancaman
Minggu, 06 Juni 2021 - 21:13 WIB
loading...
Pegiat media sosial Adam Deni Gearaka mengaku langsung mendapat ancaman setelah melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di salah satu kafe Kota Bekasi bernama Omma Restaurant. Foto/Ist
A
A
A
BEKASI - Pegiat media sosial Adam Deni Gearaka mengaku langsung mendapat ancaman setelah melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di salah satu kafe Kota Bekasi bernama Omma Restaurant. Adam mengklaim laporan yang dibuatnya hingga viral membuat dirinya juga dicari-cari oleh pihak ring 1 Wali Kota Bekasi.
Adam mengatakan, sejak Minggu (6/6/2021) siang, dirinya turut di-profiling oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Tak hanya menyasar dirinya, kerabat dekatnya pun juga mendapat hal serupa. (Baca juga; Ditemukan Kerumunan di Kafe Omma Restaurant, Penggiat Media Sosial Ini Singgung Wali Kota Bekasi )
"Dari pukul 13.00 WIB, saya terima telepon dari rekan-rekan saya semuanya, 'Dan kamu sedang di-profiling oleh ring 1, ring 1 wali kota, orang terdekat saya juga dibilangin, tuh lagi dipantau, hati-hati'," tutur Adam dalam video yang diterima MNC Media, Minggu malam.
Dia pun menyayangkan tindakan seperti itu dilakukan untuk mengancam dirinya. Menurut Adam, dia tidak akan pernah takut dengan segala bentuk ancaman itu lantaran dirinya hanya mencoba menegakkan keadilan. (Baca juga; Sidak Salah Satu Kafe di Bekasi, Satgas COVID-19 Sebut untuk Kemanusiaan )
"Apasih mainnya pantau-pantau gitu lho? Saya hanya menuntut keadilan, mau saya diculik saya disantet diburu saya enggak akan pernah takut, enggak akan pernah takut saya. Keadilan bos, tegakkan bos. Jangan mentang-mentang anda jadi penguasa," ungkapnya.
Sebagai informasi, melalui akun instagram pribadinya @adngrk, Adam mengunggah serangkaian bukti jelas bahwa Omma Restaurant melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Pada Jumat (28/5/2021) kafe tersebut menggelar sebuah acara musik bertajuk Funk in Friday.
Dari video itu, terlihat tak ada satupun pengunjung yang menggunakan masker, mereka sibuk berjoget mengikuti alunan musik. Deni menjelaskan, dugaan Omma Restaurant kebal hukum karena tempat tersebut dimiliki oleh salah satu anggota keluarga dari Wali Kota Bekasi.
Adam mengatakan, sejak Minggu (6/6/2021) siang, dirinya turut di-profiling oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. Tak hanya menyasar dirinya, kerabat dekatnya pun juga mendapat hal serupa. (Baca juga; Ditemukan Kerumunan di Kafe Omma Restaurant, Penggiat Media Sosial Ini Singgung Wali Kota Bekasi )
"Dari pukul 13.00 WIB, saya terima telepon dari rekan-rekan saya semuanya, 'Dan kamu sedang di-profiling oleh ring 1, ring 1 wali kota, orang terdekat saya juga dibilangin, tuh lagi dipantau, hati-hati'," tutur Adam dalam video yang diterima MNC Media, Minggu malam.
Dia pun menyayangkan tindakan seperti itu dilakukan untuk mengancam dirinya. Menurut Adam, dia tidak akan pernah takut dengan segala bentuk ancaman itu lantaran dirinya hanya mencoba menegakkan keadilan. (Baca juga; Sidak Salah Satu Kafe di Bekasi, Satgas COVID-19 Sebut untuk Kemanusiaan )
"Apasih mainnya pantau-pantau gitu lho? Saya hanya menuntut keadilan, mau saya diculik saya disantet diburu saya enggak akan pernah takut, enggak akan pernah takut saya. Keadilan bos, tegakkan bos. Jangan mentang-mentang anda jadi penguasa," ungkapnya.
Sebagai informasi, melalui akun instagram pribadinya @adngrk, Adam mengunggah serangkaian bukti jelas bahwa Omma Restaurant melakukan pelanggaran protokol kesehatan. Pada Jumat (28/5/2021) kafe tersebut menggelar sebuah acara musik bertajuk Funk in Friday.
Dari video itu, terlihat tak ada satupun pengunjung yang menggunakan masker, mereka sibuk berjoget mengikuti alunan musik. Deni menjelaskan, dugaan Omma Restaurant kebal hukum karena tempat tersebut dimiliki oleh salah satu anggota keluarga dari Wali Kota Bekasi.
Lihat Juga :