Legenda Buaya Putih di Keraton Kasepuhan, Anak Sultan Dikutuk Gegara Rebahan Usai Makan

Minggu, 06 Juni 2021 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Boy warga Cirebon juga mengaku sering mendengar tentang buaya putih yang biasa muncul di Sungai Kriyan. “Yang saya dengar dari warga itu, buaya putih yang muncul tidak mengganggu warga, konon di masayarakat sekitar setiap jumat kliwon muncul dengan sendirinya, di Lawang Sanga,” ujarnya.

Legenda Buaya Putih di Keraton Kasepuhan, Anak Sultan Dikutuk Gegara Rebahan Usai Makan

Baca juga: Berdiri Ratusan Tahun, Langgar Gipo Jadi Saksi Sejarah Pergerakan Ulama NU

Berdasarkan naskah Negara Kertabumi, Situs Lawang Sanga dibangun pada masa pemerintahan sepuh pertama Syamsuddin Marta Wijaya tahun 1677 Masehi, yang pada saat itu akan menyelenggarakan gotra sawala yang diselenggarakan oleh Pangeran Wangsa Kerta.

Menurut Raden Raharjo, Lawang Sanga saat itu sebagai pintu masuk bagi perhu-perahu yang berlabuh dari penjuru nusantara dan perdagangan mancanegara, sebelum mereka memasuki keraton pakumuati dan semua awak perahu harus menugggu di kawasan Lawang Sanga.

Diketahui Lawang Sanga memiliki Sembilan pintu. “Satu pintu berada di depan, empat pintu berada di samping, tiga pintu berada di belakang dan satu pintu berada di tengah,” katanya.

Dia menjelaskan jumlah pintu yang ada di Lawang Sanga juga sebagai simbol sembilan lubang di tubuh manusia. Lubang hidung, mulut, telinga, mata, dubur dan kelamin. “Artinya memiliki nilai filosofis soal kehidupan sembilan ini dianggap sebagai angka sempurna,” tandasnya.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Navaswara Angkat Legenda...
Navaswara Angkat Legenda Banten Lewat Festival Storytelling Suara Nusantara 2026
Buaya 4,5 Meter Ini...
Buaya 4,5 Meter Ini Dievakuasi dengan Helikopter, Ada Tubuh Manusia di Dalam Perutnya
Rekomendasi
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved