Pemilik Tanah Cakung Kecewa dengan Sofyan Djalil, Kok Bisa?
Jum'at, 04 Juni 2021 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia juga mempertanyakan Sofyan Djalil yang selalu berulang mengatakan jika proses pengukuran tanahnya tersebut yang diukur hanya 2,2 hektare saja dan sisanya tidak diukur. Padahal, pengukuran tanah melalui proses PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dan dilakukan pengukuran serta administrasinya lebih dari satu kali.
“Bisa ditanyakan kepada kasie pengukuran BPN Jakarta Timur. Sewaktu BPN mengukur disaksikan banyak sekali oleh RT, RW, bahkan satpam di PT sebelah. Saya punya video dan foto bisa di Puslabfor tanggal dan jam sewaktu pengukuran apakah palsu sewaktu pengukuran dari ujung ke ujung yang dilakukan BPN dan juga pihak ketiga yang ditunjuk untuk pengukuran program PTSL,” jelasnya.
Baca juga: Wagub DKI Sebut Persoalan Kasus Tanah di Jakarta Cukup Pelik
Dia menilai seharusnya PT Salve dan Benny Tabalujan yang diperiksa karena yang berperkara bukan hanya dirinya saja, namun banyak yang berperkara dengan Benny Tabalujan.
“Sekadar tahu saja bahwa selama ini yang bernama Benny Tabalujan seperti kebal hukum, tidak tersentuh, meski DPO, ada apakah itu? Karena banyak yang berperkara dengan benny, seperti Edi Kartono dan banyak dengan ahli waris lainnya. Modusnya juga sama, kepemilikan awal yang sama dan berakhir menjadi kepemilikan perseroan yang hanya berbeda nama PT, tapi Benny bebas aja tuh," ujar Abdul.
Dia berharap Menteri ATR/BPN dan Presiden Joko Widodo menjembatani untuk mendapatkan rasa keadilan lantaran merupakan haknya. “Pak Menteri yang terhormat, saya hanya orang kecil yang menaruh harapan supaya institusi yang bapak kepalai bisa membantu saya mendapatkan hak saya. Saya percaya Bapak mempunyai hati nurani. Dan saya juga akan mencari keadilan sampai kapan pun dan saya berharap permasalahan saya ini juga diperhatikan Bapak Jokowi,” kata Abdul.
“Bisa ditanyakan kepada kasie pengukuran BPN Jakarta Timur. Sewaktu BPN mengukur disaksikan banyak sekali oleh RT, RW, bahkan satpam di PT sebelah. Saya punya video dan foto bisa di Puslabfor tanggal dan jam sewaktu pengukuran apakah palsu sewaktu pengukuran dari ujung ke ujung yang dilakukan BPN dan juga pihak ketiga yang ditunjuk untuk pengukuran program PTSL,” jelasnya.
Baca juga: Wagub DKI Sebut Persoalan Kasus Tanah di Jakarta Cukup Pelik
Dia menilai seharusnya PT Salve dan Benny Tabalujan yang diperiksa karena yang berperkara bukan hanya dirinya saja, namun banyak yang berperkara dengan Benny Tabalujan.
“Sekadar tahu saja bahwa selama ini yang bernama Benny Tabalujan seperti kebal hukum, tidak tersentuh, meski DPO, ada apakah itu? Karena banyak yang berperkara dengan benny, seperti Edi Kartono dan banyak dengan ahli waris lainnya. Modusnya juga sama, kepemilikan awal yang sama dan berakhir menjadi kepemilikan perseroan yang hanya berbeda nama PT, tapi Benny bebas aja tuh," ujar Abdul.
Dia berharap Menteri ATR/BPN dan Presiden Joko Widodo menjembatani untuk mendapatkan rasa keadilan lantaran merupakan haknya. “Pak Menteri yang terhormat, saya hanya orang kecil yang menaruh harapan supaya institusi yang bapak kepalai bisa membantu saya mendapatkan hak saya. Saya percaya Bapak mempunyai hati nurani. Dan saya juga akan mencari keadilan sampai kapan pun dan saya berharap permasalahan saya ini juga diperhatikan Bapak Jokowi,” kata Abdul.
(jon)
Lihat Juga :